Batam, Nasibmu Kini…

120312-lili

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Anggota Komisi VI DPR, Lili Asdjudiredja mengatakan, pemerintah fokusnya mengembangkan Batam sebagai Special Economic Zone (SEZ), bukan konsentrasi membangun kawasan industri. Kawasan industri adalah merupakan salah satu sub sistemnya.

‘’Karena itu jika Kementerian Perindustrian saat ini mau kensentrasi membangun kawasan industri di Batam, itu namanya sudah kalah perang,’’ kata Lili kepada tubasmedia.com di Jakarta, kemarin mengomentari kondisi Batam yang semula dikondisikan sebagai pusat industri, tapi saat ini misi tersebut sudah tidak jelas arahnya.

Dikatakan bahwa sebenarnya penugasan presiden kepada Menteri Perindustrian adalah mengembangkan industri di Batam, bukan mengembangkan kawasan industri. Industri harus dibangun di dalam SEZ seperti yang dapat dilihat di Shenzen, Cina dan sebagainya.

Konsepnya lebih terintegrasi dimana di dalamnya ada sistem industri, ada sistem logistik dan juga sistem finansial.

Pertanyaan presiden kepada Menteri Perindustrian katanya adalah industri apa yang akan dibangun, bukan kawasan industri yang akan dibangun. Pasar dalam negeri dengan pasar luar negeri sudah terintegrasi.

Batam kata Lili memang sangat strategis dijadikan pusat industri. Pasalnya, letak Batam sangat dekat dengan luar negeri dan juga ke dalam negeri.

Namun kata Lili, Batam sebagai pusat industri nasional dan juga sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) insentif apa yang dapat diberikan pemerintah pusat yang bisa mendukungnya.

‘’Insentif itu wajib harus ada dan harus pula segera diberikan pemerintah kepada pengelola Batam,’’ ujar Lili.

Mengomentari kondisi Batam yang saat ini nama Batam tidak sesemarak awal mulanya dibangun, Lili mengatakan sangat menyedihkan dan dengan cara apapun, keberadaan Batam harus dikembalikan kepada posisi awal seperti yang direncanakan pemerintah. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar