Bau Busuk TPL Resahkan Masyarakat

Laporan : Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

MEDAN, (Tubas) – Ramli Situmorang bersama Lambok Sitorus dan Marihot Sirait, warga Desa Siruar Kecamatan Balige Kabupaten Toba Sasmosir kepada wartawan, pekan lalu, mengeluhkan keresahan masyarakat akibat operasi PT TPL yang menimbulkan aroma bau busuk yang menyengat hidung.

Tampubolon salah seorang supir KBT yang melayani trayek Medan-Tarutung, Manalu supir Karya Agung melayani rute Medan-Dolok Sanggul maupun Tobing supir Simpati dengan rute Medan-Padang Sidempuan ketika mengisi bensin di Porsea juga menyampaikan keluhan atas operasional PT TPL yang menimbulkan bau yang sangat menyengat.

“Pasti ada bau yang ditimbulkan oleh Industri Pulp, disebabkan pengolahan bubur kertas. Ada ambang batas bau yang ditetapkan oleh pemerintah, di mana PT Toba Pulp Lestari memiliki alat untuk mengukur kualitas baku mutu limbah tersebut. Sementara oleh Pemerintah, pengujiannya dilaksanakan oleh PT Sucofindo (Superitending Company Of Indonesia),” jelas Chaeruddin Pasaribu, Staf Humas TPL Medan didampingi Leonardus Hutabarat mantan Kepala Humas PT TPL di Porsea ketika ditanya terkait bau menyengat yang ditimbulkan oleh perusahaan pengolahan bubur kertas tersebut.

“Kami tidak tahu kapan PT SUCOFINDO datang melakukan pengujian Baku Mutu Limbah, yang pasti selama ini tidak ada problem dan masuk dalam ambang batas toleransi yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Chaeruddin. (polim)

Berita Terkait

Komentar

Komentar