BBM Naik, Efek Inflasi Sementara

181114-ekbis-hening-2

JAKARTA, (tubasmedia.com) -Efek melonjaknya inflasi ekonomi Indonesia hingga sekitar 7 persen akibat pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi dinilai Wakil Presiden Jusuf Kalla hanya bersifat sementara.

“Seperti yang saya katakan, tidak ada tindakan yang tidak beresiko. Tapi dibanding daripada kita defisit lebih baik inflasi sedikit naik, tapi APBN kita aman,” kata JK di kantor /Wapres, Selasa (18/11).

Efek lainnya dari kenaikan BBM banyak kredit macet di bank. Menurut JK, kredit macet lebih disebabkan karena pertumbuhan ekonomi yang tidak berjalan.

“Kalau dengan itu kita bangun infrastruktur itu akan berjalan. Kalau berjalan tidak akan macet. Justru kalau pemerintah tidak bisa menstimulus, kredit macet bisa lebih tinggi lagi,” katanya.

Wapres menambahkan, sektor konsumsi akan terpengaruh sedikit, paling 3 bulan. Setelah itu akan terjadi ekuilibrum baru. NPL perbankan juga akan berkurang karena ekonomi akan berjalan dengan baik.

“Berarti perusahaan orang bisa beli lagi mobil. Bisa membayar mobilnya , bisa membayar rumahnya,” kata JK. (hening)

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar