Irjen Kemenperin, Arus Gunawan Yakin Zona Integritas Mampu Ciptakan Kinerja yang Unggul

SEMARANG, (tubasmedia.com) – Inspektur Jenderal Kementerian Perindustrian, Arus Gunawan, Kamis (1709) melakukan kunjungan ke Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) di Semarang.

Kunjungan Irjen ke BBTPPI yang merupakan salah satu unit satuan kerja di bawah Kementerian Perindustrian, untuk melihat kesiapannya menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Sebagaimana diketahui, Kementerian Perindustrian terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada dunia industri dan masyarakat luas guna mengawal pertumbuhan dan kontribusi sektor industri manufaktur agar tetap menjadi penggerak utama bagi ekonomi nasional, terlebih pada era digital saat ini.

Salah satu langkah strategi yang dijalankan adalah mencanangkan gerakan Zona Integritas di seluruh satuan kerjanya untuk senantiasa menciptakan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

“Unit Satuan Kerja Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus memperbaiki jajaran birokrasi yang bersih, produktif, transparan, melayani masyarakat dan akuntabel. Hal ini dalam rangka menciptakan seluruh aparatur dapat turut mendorong kinerja sektor industri nasional agar semakin berdaya saing global,’’ kata Arus.

Khususnya pada era digital ini, masyarakat menginginkan segala pengurusan lebih cepat, efektif dan efisien. Itu sebabnya pelaksanaan pelayanan publik dituntut untuk dapat memberikan layanan yang prima. ‘’Hal ini akan diterapkan pada seluruh unit Satuan Kerja Kementerin Perindustrian.” tambah Arus.

Kinerja yang Unggul

Arus meyakini, pembangunan Zona Integritas melalui penanaman nilai dan budaya kerja yang positif kepada aparatur di lingkungan Kemenperin, akan mampu menciptakan kinerja yang unggul dan berkomitmen memacu kinerja industri nasional.

“Keberhasilan Pembangunan Zona Integritas, sangat ditentukan oleh kapasitas dan kualitas integritas masing-masing individu, yang mempunyai relevansi dalam peningkatan kapasitas dan kualitas integritas dari organisasi dimana individu berada dan melakukan kegiatannya,’’ lanjut Arus.

Pada kesempatan yang sama, Inspektur III Kementerian Perindustrian, Pranata, memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI) Semarang yang dinilai memiliki komitmen dalam melakukan perubahan untuk menjaga tata kelola pemerintahan lebih baik di instansinya.

“Sejak dicanangkan Pembangunan Zona Integritas di Lingkungan Kementerian Perindustrian, seluruh pegawai pada unit Satuan Kerja Kementerian Perindustrian, khususnya BBTPPI Semarang telah menandatangani Pakta Integritas. Mulai dari Pimpinan hingga pelaksana, telah berkomitmen penuh mewujudkan WBK dan WBBM. ” ujar Pranata.

Sementara itu, Kepala BBTPPI Semarang, Ali Murtopo Simbolon, menyatakan kesiapannya dalam mengimplementasikan program Zona Integritas dalam rangka membawa BBTPPI menuju WBBM.

“BBTPPI siap mewujudkan predikat WBBM di tahun 2020 melalui manajemen perubahan, penguatan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja dan pelaporan, serta pengatan kualitas pelayanan publik. Banyak hal yang telah disiapkan dalam pembangunan Zona Integritas di BBTPPI Semarang, seperti pelayanan publik BBTPPI yang mengedepankan penerapan protokol kesehatan sehingga saat ini untuk pengujian sampel harus dikirim oleh konsumen. Selanjutnya telah disediakan ruang khusus bagi pelanggan yang akan melakukan konsultasi namun secara virtual atau tanpa tatap muka.” papar Ali.

Digital Laboratorium

Ali menyebut, pihaknya telah melakukan inovasi di bidang jasa pelayanan, seperti sistem monitoring lingkungan secara online baik emisi, ambien, maupun air limbah.

‘’Selain itu kami mengembangkan Digital Laboratorium, dimana pengujian di laboratorium akan langsung terbaca hasilnya dalam sistem dan langsung bisa ditelusuri oleh konsumen,’’tambahnya.

BBTPPI juga katanya, melakukan bimbingan teknis dan konsultansi secara online terhadap IKM binaan BBTPPI untuk proses sertifikasi dan pengujian, sehingga IKM tersebut mampu memenuhi persyaratan mutu dan menghasilkan produk yang berkualitas.

‘’Demikian juga konsumen dalam pengolahan limbah tetap dilakukan pembinaan secara digital. Namun untuk situasi tertentu yang memerlukan kunjungan fisik, maka BBTPPI akan mengirim personil ke lokasi.” lanjut Ali. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar