BDI Jakarta, Mulai 2022 akan Melakukan Diklat Industri Otomotif dan Logam

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Balai Pendidikan dan Latihan Industri (BDI) Jakarta tengah dan telah menyiapkan sarana dan prasarana untuk  menyelenggarakan diklat di sektor industri otomotif dan logam.

“ Ya, secara teknis kami sudah siap untuk mulai melakukan pendidikan dan latihan di sektor industri otomotif dan logam dan sudah dapat dipastikan diklat untuk kedua sektor industri itu sudah akan dimulai tahun depan,’’ kata Kepala BDI Jakarta, Hendro Kuswanto kepada wartawan di kantornya kemarin.

Menurut Hendro, pembicaraan antara BDI dengan para pelaku industri otomotif dan logam dalam hal diklat dimaksud, sudah klir dan pelaku industri menyatakan kesiapannya untuk pengadaan lokasi diklat.

Namun kata Hendro, para pelaku industri masih belum menyampaikan jenis dan bidang tenaga yang dibutuhkan, sehingga BDI Jakarta belum dapat mempersiapkan kurikulum yang dibutuhkan.

Katanya, kurikulum beserta tenaga pelatih dan pendidik baru dapat disiapkan setelah para pelaku industri menyampaikan permintaannya.

Masing-masing industri menurut Hendro pasti berbeda keahlian tenaga kerja yang dibutuhkan.

‘’Namun keahlian yang seperti apapun yang dibutuhkan mereka, BDI siap melayaninya,’’ lanjutnya.

Industri TPT

Sebelumnya dikatakan bahwa pelatihan di sektor industri tekstil dan produk tekstil (TPT), sejak pandemi covid-19 melanda Indonesia, telah terhenti. Pasalnya, sejumlah industri TPT yang selama ini aktif melakukan ekspor, telah menghentikan produksi karena permintaan  dari pelanggan di luar negeri juga terhenti.

‘’Itulah juga dampak dari pandemi, permintaan pasar terhenti, produksi juga stop, kemudian pendidikan dan pelatihan tenaga kerja juga tidak bisa dilakukan,’’ jelasnya.

Tercatat, sejak pandemi tersebut, diklat industri TPT yang terhenti dilakukan sebanyak 16 angkatan yang masing-masing angkatan biasanya diikuti 100 calon tenaga kerja.

Sejak 2013, BDI Jakarta telah bekerja sama dengan 104 perusahaan tekstil dalam melaksanakan Diklat 3 in 1. Pelaksanaan Diklat 3in1 juga dilakukan dengan menggandeng Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) dan Organisasi Pekerja Garmen Indonesia (OPGI).

Namun Hendro yakin, tahun depan (2022), jika pandemi covid-19 sudah benar-benar hilang dari muka bumi ini, roda ekonomi akan mulai bergerak dan penampungan tenaga kerja-pun akan terbuka luas. (sabar)

Berita Terkait