Beda Keterangan Sambo dengan Keterangan Istrinya, PC Soal Motif Pembunuhan Yosua

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Beda penjelasan Ferdy Sambo dengan penjelasan yang diberikan istrinya Putri (PC) akan motif pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat.

Jika Putri dalam pemeriksaan beberapa hari lalu kepada pemeriksa Bareskrim mengatakan kalau Brigadir Yosua melakukan pelecehan terhadap dirinya saat berada di Magelang.

Akan tetapi sebagaimana diinfokan anggota Kompolnas Yusuf Warsyim saat sidang Komisi Etik Profesi Polri (KEPP) terhadap Irjen Ferdy Sambo, para saksi menangis karena hal yang disampaikan Ferdy Sambo adalah skenario belaka, di mana skenario tersebut tidak sesuai dengan fakta pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Yusuf menduga, para saksi menangis karena menyesal.

Sebelumnya dikabarkan oleh Yusuf bahwa sidang Komisi Etik Profesi Polri (KEPP) terhadap Irjen Ferdy penuh haru dan tangis. Yusuf yang hadir langsung dalam sidang tersebut merasakan betul suasana haru dalam sidang yang berlangsung selama 18 jam itu.

“Ya suasana sidangnya sebagaimana pengadilan. Ya suasananya ada tegangannya, ada tenangnya, ya dinamislah. Dan penuh air mata,” kata Yusuf kepada wartawan di Jakarta sebagaimana dilansir RMOL, Minggu (28/8).

Yusuf mengatakan, saat jalannya sidang, Ferdy Sambo sama sekali tidak menangis meskipun ia melihat Ferdy Sambo penuh rasa penyesalan. Justru kata Yusuf, yang menangis ialah para saksi yang dihadirkan dalam sidang.

Setidaknya ada 15 orang saksi dihadirkan di antaranya Bharada Richard Eliezer, Kombes Budhi Herdi Susianto, hingga Brigjen Hendra Kurniawan.

Namun Yusuf tak membeberkan siapa saja saksi yang menangis dalam sidang etik Sambo.

“Barangkali ada perasaan kecewa menyesal. Iyalah pasti menyesal karena sudah masuk sidang etik begitu,” pungkas Yusuf. (sabar)

Topik :

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.