Bekerja Profesional

Laporan : Benny Hartanto

Setiap manusia memiliki kewajiban hidup di dunia ini. Salah satu kewajiban hidup adalah bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup atau melakukan kegiatan sesuai dengan bidangnya.
Agar seseorang dapat bekerja secara profesional, diperlukan persyaratan-persyaratan yang harus dimiliki, antara lain:

Memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan bidang tugas

Pengetahuan itu jelas diperlukan sebagai bekal untuk bekerja dan dapat diperoleh dengan cara menempuh pendidikan, baik pendidikan formal maupun nonformal, pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Kemauan dan kemampuan untuk menempuh pendidikan serta memperoleh keterampilan adalah syarat utama agar dapat bekerja secara profesional.

Mengembangkan potensi pada dirinya secara berkelanjutan

Kemampuan, kepandaian, keterampilan, bakat dan potensi yang dimiliki harus senantiasa dikembangkan dengan belajar sepanjang hayat . Hal ini dapat dilaksanakan dengan belajar lebih lanjut, baik melalui kursus, pelatihan, pertemuan ilmiah, membaca, maupun menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi seperti sarjana, pascasarjana, atau dokter. Tujuannya adalah agar dapat menguasai materi dalam bidangnya secara luas, mendalam, dan muthakir. Jadi, istilah dalam bidangnya bukan sekedar slogan, melainkan memang perlu dimiliki dan harus di-update terus menerus, tentunya sesuai dengan tingkat kemampuannya.

Tidak sempit pandangan

Seorang profesional semestinya memiliki pengetahuan yang luas, yang berarti tidak sempit pandangan (narrow minded). Mau mendengar atau menghargai pendapat atau ide orang lain, demi kemajuan bersama.

Menerapkan keahlian secara bertahap

Seseorang yang dianggap profesional tidak ada batasannya. Semua itu berangkat dari awal dan berlanjut sesuai dengan waktu dan kemajuan. Baik yang pemula (yunior), maupun yang sudah senior, semua harus tetap memperhatikan kinerja yang profesional.

Bekerja dengan niat tulus, kesungguhan hati, dan jujur

Dalam menjalankan tugas atau mengerjakan sesuatu harus diawali dengan niat tulus melaksanakannya. Apabila suatu pekerjaan telah diterima, disanggupi, dan sudah ditandatangani melalui kontrak kerja, mau tidak mau, suka tidak suka, pekerjaan itu harus diterima dan dan menjadi tanggungjawabnya untk dilaksanakan. Bilamana tidak mau menetapiniat dan kesanggupannya, berarti tidak jujur.

Bekerja secara cermat dan teliti

Seorang profesional bekerja dengan cermat, artinya dengan perhatian (hati-hati) atau upaya yang serius dan penuh tanggung jawab. Sedangkan teliti artinya tepat, pasti atau bebas kesalahan. Dengan cermat dan teliti akan mengurangi terjadinya kesalahan-kesalahan dan risiko kegagalan sehingga kualitas dan kuantitas pekerjaan dapat menjadi lebih baik dan mencapai atau setidaknya mendekati sempurna.

Bekerja dengan senang hati

Bekerja itu harus disertai rasa senang, tidak menggerutu dan tidak menyesali, tetapi harus cinta pekerjaan dan menikmatinya, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Oleh karena bekerja denan kesal hati, setengah hati, maka pekerjaan akan dirasakan semakin berat.

Saling membantu sesuai bidang keahliannya

Seorang profesional harus mempunyai prinsip bahwa: “Perilaku hidup itu bantu membantu satu sama lain.” Hal ini merupakan kompetensi sosial diantara berbagai pekerjaan/profesi kehidupan di masyarakat. Tujuannya agar setiap profesional dapat berkomunikasi, berinteraksi, dan berkoordinasi satu sama lain secara efektif dan efisien untuk berbagai keperluan hidup.

Setelah memahami sepenuhnya bagaimana bekerja dengan sebaik-baiknya secara profesional, disertai etika kerja yang baik dan benar, agar menjadi lebih baik atau sukses perlu didukung tips seperti di bawah ini.***

Berita Terkait

Komentar

Komentar