Belum Bayar SPP, Siswa Diancam Celurit

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

BEKASI, (Tubas) – Lantaran mengacungkan celurit ke arah siswa yang belum melunasi bayaran SPP, sebanyak 13 siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Harapan Baru, Kelurahan Harapan Baru, Bekasi Utara, Kota Bekasi, melaporkan dugaan tindak kekerasan yang dilakukan oknum pengurus yayasan di sekolah tersebut, Senin (14/2/2011).

JN, salah seorang siswa kelas 10 didampingi orang tuanya usai membuat laporan ke polisi, mengatakan, mayoritas siswa di sekolah tersebut merasa resah dengan ulah oknum pengurus Yayasan Bustanul Abad bernama SO. SO dinilai kerap melakukan pungutan liar disertai kekerasan terhadap siswa.

“Pada razia handphone yang berlangsung Sabtu (12/2), dia (SO), mengacungkan celurit ke arah siswa yang belum melunasi bayaran (SPP) sekolah dengan nada mengancam,” katanya.

Menurut JN, setiap telepon genggam siswa yang disita dalam razia harus ditebus dengan uang Rp 5.000-Rp10.000 per unit dan harus melunasi pembayaran SPP Rp 75.000, uang listrik dan les komputer Rp 30.000.

“Uang SPP perbulan totalnya Rp 105.000 per siswa. Namun, saya belum bayar karena orang tua saya belum punya uang,” kata siswa jurusan akuntansi itu.

Sudia juga dikenal siswa sebagai pribadi yang kerap emosional dalam menghadapi masalah terkait siswa. Bahkan, kerap menghina profesi orang tua siswa bila yang bersangkutan belum melunasi SPP.

Sementara itu, Kasatreskrim Polresta Bekasi Kota, Kompol Ade Ary Syam Indradi, membenarkan adanya laporan tersebut dan segera menindaklanjutinya dengan memanggil terlapor, SO, dalam waktu dekat ini.***

Berita Terkait

Komentar

Komentar