Belum Semua UKM Melihat MEA Sebagai Peluang

IMG_5062

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Belum semua usaha kecil menengah (UKM) melihat Masyarakat Ekonomi ASEAN( MEA) 2015 sebagai peluang. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang melihatnya sebagai tantangan disebabkan kurangnya memahami fasilitas perdagangan dan prosedur kepabeanan.

Hal itu dikatakan Direktur Industri Makanan, Hasil Laut dan Bahan Penyegar, Kementerian Perindustrian, Abdul Rochim di Jakarta kemarin.

Masalaha lain yang menyelimuti pelaku UKM adalah fasilitas pembiayaan yang belum dimanfaatkan serta kreativitas dan inovasi guna peningkatan daya saing. Persoalannya, sebagian UKM masih bergantung pada lembaga keuangan informal.

Sementara itu dilain pihak, keraguan perbankan untuk memberikan pinjaman pada UKM juga dapat menghambat pertumbuhan usaha tersebut. Disebutykan oleh Rochim bahwa market inteligence mengenai ASEAN juga belum optimal.

Belum lagi mahalnya biaya penyesuaian standar dan sertifikasi internasional, mahalnya biaya pembuatan system informasi virtual yang komprehensif dan terpadu serta perlunya perencanaan bisnis dan pemasaran bagi UKM

Upaya yang dilakukan dengan memberikan dukungan peningkatan daya saing UKM dalam kerangka memperkuat pasar domestik dan internasionalisasi UKM dalam kerangka pasar global dan MEA antara lain berupa daya saing produk dan jasa meningkat. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar