BEM Fakultas Farmasi USB Gelar Seminar Kefarmasian tentang Penyakit Gagal Ginjal

index

SURAKARTA, (tubasmedia.com) – Penyakit gagal ginjal kini sudah menjadi masalah kesehatan yang umum di masyarakat. Di Negara maju, penyakit kronik tidak menular (cronic non-communicable diseases) terutama penyakit ginjal kronik, sudah menggantikan penyakit menular (communicable diseases) sebagai masalah kesehatan masyarakat utama. Maka dari itu seorang farmasis harus mengetahui apa peran farmasis dalam menghadapi pasien gagal ginjal ini.

Farmasis sebagai salah satu tenaga kesehatan, harus selalu mengikuti perkembangan ilmu farmasi, maupun ilmu kesehatan pada umumnya. Di dunia industri misalnya, seorang farmasis harus selalu menciptakan inovasi terbaru yang menyokong pelayanan kesehatan di kalangan masyarakat secara keseluruhan.

Sejalan dengan peran farmasis di klinis, seorang farmasis harus mampu secara aktif menjalankan komunikasi yang baik dengan rekan sejawat misalnya dokter dan praktisi kesehatan lain, maupun dengan masyarakat yang dalam hal ini tidak harus seorang pasien, yang didasarkan pada ilmu pengetahuan, kemampuan dan pengalaman sehingga terjalin komunikasi yang interaktif dan edukatif. Konsep ini dikenal dengan istilah Pharmaceutical Care.

Pharmaceutical Care ini ditandai dengan adanya kepedulian akan keamanan dan efektifitas yang diberikan oleh seorang farmasis dengan memperhitungkan aspek ekonomi melalui rekan sejawat di bidang kesehatan.

Atas dasar hal tersebut, BEM Fakultas Farmasi Universitas Setia Budi menggelar Seminar Kefarmasian dengan tema “Strategi dan peran farmasis dalam menghadapi penyakit gagal ginjal” yang bertempat di Ballroom Hotel Move Megaland Surakarta, Minggu (13/3).

Seminar ini diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari mahasiswa farmasi, pelajar, praktisi kesehatan, dan masyarakat umum. Ketua Panitia Seminar, Hefliannur menyebutkan, ada 4 pembicara dalam kegiatan seminar kefarmasian ini, antara lain Dra. L. Endang Budiarti, M.Pharm., Apt., Wiwin Herdwiani, M.Sc., Apt., Prof. dr. Budi Mulyono, Sp. PK(K)., MM., dan Prof. Dr. dr. Bambang Purwanto, Sp.PD-KGH-FINASIM.

Hefliannur menambahkan, tujuan dari diadakannya seminar ini adalah untuk menambah wawasan mengenai peranan farmasis dalam bidang klinis, mengembangkan pengetahuan peserta tentang perkembangan farmasi yang aktual dan terkini, serta mewujudkan reformasi kesehatan khususnya di bidang farmasi demi tercapainya penghargaan yang layak terhadap komitmen farmasi.

Seminar ini sekaligus diharapkan bisa menjadi wadah komunikasi antar farmasis dalam rangka membagi pengetahuan, kemampuan dan pengalaman. (ril/roris)

Berita Terkait

Komentar

Komentar