Benarkah Mengganti Knalpot Tenaga Mesin Motor semakin Meningkat ?

mar-1

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Khususnya di kalangan anak-anak muda kegemaran mengganti knalpot bawaan pabrik dengan produk aftermarket merupakan gaya tersendiri. Mendengar suara knalpot yang lebih “gencar” seakan itu adalah wujud tampilan seorang lelaki tulen.

Namun, banyak juga yang beranggaan bahwa dengan mengganti knalpot, maka tenaga mesin akan semakin meningkat. Kemudian akselerasi motor juga disebutkan bisa sedikit lebih baik.

Disiarkan melalui Therideadvice, Senin (22/6/15) ,bahwa sebenarnya banyak yang salah kaprah soal penggantian knalpot aftermarket. Sebab umumnya pemilik motor hanya mengganti ujung knalpot, dengan maksud agar tenaga yang dihasilkan bertambah.

Padahal, ujung knalpot, atau yang biasa disebut dengan muffler, hanya berfungsi sebagai peredam suara dan penyaring gas berbahaya. Sehingga jika muffler diganti, maka hasil yang didapat hanyalah suara yang berbeda dengan knalpot pabrikan.

Pemilik motor baru akan mendapatkan keuntungan tambahan, jika muffler yang dibeli bobotnya lebih ringan. Meski hanya selisih beberapa kilogram, namun angka ini cukup untuk menambah akselerasi.

Padahal jika pemilik motor ingin mendapatkan tenaga yang lebih besar, maka yang harus diganti adalah pipa knalpot yang menempel pada mesin. Sebab pipa itulah yang menentukan seberapa lancar gas buang keluar dari blok mesin. Untuk motor-motor yang dilengkapi dengan sistemcatalytic converter atau penyaring gas buang, dengan meniadakan sistem tersebut, maka gas buang motor akan lebih lancar mengalir, yang berdampak pada peningkatan tenaga mesin.

Maka yang perlu diperhatikan, setelah mengganti pipa, karburator atau komputer mesin injeksi harus dikalibrasi ulang karena mesin butuh pasokan bahan bakar yang lebih banyak, akibat jalur pembuangan gas yang dibuat lebih lancar. (marto)

Berita Terkait