Bendera NII Dibakar Pada Peringatan Hari Pancasila

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

BANYUMAS, (Tubas) – Peringatan hari lahir Pancasila yang diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai elemen masyarakat di Purwokerto (1/6) diwarnai dengan pembakaran bendera Negara Islam Indonesia (NII). Aksi dimulai dari halaman Kantor Wakil Bupati Banyumas, diisi dengan orasi oleh beberapa peserta dan bentangan berbagai poster serta spanduk.

Dari halaman Kantor Wakil Bupati Banyumas, peserta turun ke jalan. Dalam kawalan aparat keamanan, peserta membakar bendera NII di perempatan jalan Jenderal Soedirman Purwokerto. Hal itu merupakan simbol dari sikap mereka yang tidak sepakat dengan konsep negara dalam negara, seperti yang disampaikan dalam orasi salah satu peserta.

Aksi dilanjutkan dengan pembagian stiker bergambar Garuda Pancasila kepada masyarakat. Pembagian stiker ini dilakukan kepada para pejalan kaki maupun pengguna kendaraan bermotor yang melintas di jalan Jenderal Soedirman Purwokerto. Beberapa peserta juga membagikan stiker kepada para pengunjung di sejumlah pusat perbelanjaan.

Peringatan hari lahir Pancasila yang diikuti oleh massa dari Ormas Pemuda Pancasila, LIBAS, PENS dan Laskar Merah Putih dimaksudkan untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat akan pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Hal tersebut mengemuka dalam pernyataan Sumbadi, Ketua LIBAS, ketika ditanya wartawan.

Mengajarkan kembali Pendidikan Moral Pancasila dalam kurikulum sekolah dipandang perlu untuk membentengi generasi muda agar tidak berpaling kepada ideologi lain selain Pancasila. Hal itu disampaikan oleh dr. Tri Waluyo Basuki, mantan Ketua DPRD Kabupaten Banyumas. Tri juga menekankan pentingnya mempelajari sejarah perjuangan bangsa agar kita bisa kembali kepada jati diri bangsa, yaitu Pancasila. Menjawab pertanyaan wartawan mengenai ancaman disintegrasi bangsa, Tri menjawab bahwa Pancasila bisa menjadi alat pemersatu.

Pancasila harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari secara nyata; karena itu, sikap para pemimpin bangsa harus bisa menjadi tauladan bagi masyarakat. Caranya dengan melakukan pengawasan dan tindakan tegas bagi mereka yang mengingkari Pancasila. Hal itu disampaikan oleh Surat, Ketua Laskar Merah Putih.

Setelah berlangsung sekitar satu jam, peserta kembali ke halaman kantor Wakil Bupati Banyumas untuk kemudian membubarkan diri. (joko s/jhon h)

Berita Terkait

  1. setuju, semua yg menghalangi perjalanan NKRI dan Pancasila, singkirkan saja dari bumi Indonesia

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.