Beras Raskin di Wonogiri Terpaksa Dijual Lagi

Laporan: Redaksi

ilustrasi

ilustrasi

WONOGIRI, (TubasMedia.Com) – Kualitas beras jatah yang ditujukan untuk masyarakat miskin (raskin) tidak layak untuk dikonsumsi, karena baunya menyengat, apek, dan berwarna cokelat. Selain itu banyak menir, yang sebagian kehitam-hitaman. Warga yang mendapatkan jatah raskin tersebut terpaksa dijual ke pedagang (tengkulak) dan penadah beras raskin.

Rini, warga Dongol Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, mengutarakan setiap menerima raskin memang selalu dijual berhubung tidak layak untuk dikonsumsi. Namun, yang menarik dari persoalan beras raskin ini adalah beras jatah yang telah diterima oleh warga ternyata kembali ke gudang penyedia barang.

Dari penelusuran tubasmedia.com di lapangan ditemukan beras-beras tersebut setelah terkumpul di tengkulak ternyata dijual ke salah satu penyalur sekaligus penyedia beras raskin untuk wilayah Kabupaten Wonogiri, yaitu CV SD, yang berlokasi di Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Pemilik perusahaan itu ketika dikonfirmasi sedang bepergian. Anaknya bernama Indah, yang mengelola perusahaan sementara, saat dihubungi melalui telepon mengatakan, urusan beras adalah dengan ibu.

Sementara itu, Bambang, kepala gudang, saat dikonfirmasi mengatakan, jeleknya raskin, karena hasil panen petani memang lagi jelek. Beras itu dibeli, dengan alas an, kasihan petani jika tidak dibeli. Bambang juga mengatakan, beras itu jelek juga karena terlalu lama di gudang. (heryanto)

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar