Berhentilah Cakar-cakaran

benang-kusut-saling-lapor-u

Oleh: Fauzi Aziz

 

DIMANAPUN kita berada, akan selalu melihat matahari selalu terbit di ufuk timur. Yang membeda an hanya waktunya. Sadar atau tidak, semua umat manusia di belahan dunia manapun akan bersyukur ketika matahari terbit.

Pada kondisi seburuk apapun awan menyelimutinya, matahari akan tetap terbit sesuai siklusnya dan akan terbenam di ufuk barat. Manusia pasti akan bereaksi beragam dengan caranya masing-masing jika Sang Pencipta memutuskan pada suatu waktu, matahari terbit di ufuk barat.

Ada gerhana matahari total saja, manusia bisa cemas dan khawatir, apalagi bila terjadi perubahan siklus titik terbitnya, yang biasanya dimulai dari ufuk timur berubah menjadi dari ufuk barat.

Fenomena matahari terbit ini dalam kontekstasi kehidupan manusia dan mahluk lain di muka bumi banyak hal yang bisa dikuak di balik peristiwanya. Antara lain, kita tahu matahari adalah sumber energi bagi kehidupan semua mahluk.

Sepertinya tidak ada yang peduli dengan peran matahari penerang kehidupan di siang hingga petang hari dan sebagai sumber energi bagi kehidupan. Manusia asyik beraktifitas berburu kehidupan dengan beragam cara. Ada yang berdamai dan ada yang terus berperang.

Eksploitasi dan eksplorasi sumber-sumber daya penopang kehidupan terus dilakukan manusia sejagad raya. Kini kondisinya sudah semakin tidak seimbang. Lingkungan sudah makin parah kerusakannya. Bu mi semakin panas dan kian memanas akibat lapisan ozon yang terbuka makin melebar dan melebar.

Dunia akan segera berakhir ketika seluruh lapisan ozon rata terbuka. Matahari makin berinteraksi langsung dengan bumi tanpa ada sekat sedikitpun dan pemanasan total tidak terelakkan lagi. Disitulah pertanda dunia akan segera berakhir dan semua mahluk punah. Gunung es dimana-mana mencair, air laut debetnya naik dan tumpah menutup daratan.

Fenomena ini yang kini melanda dunia, termasuk di Indonesia.Tapi Tuhan masih baik dan bijaksana. DIA masih tetap mengendalikan dengan kekuasaan-Nya menerbitkan matahari dari ufuk timur, belum mengubahnya terbit dari ufuk barat.

Tapi kapan saja, DIA dapat melakukannya agar manusia segera dapat berpindah dari kehidupan di dunia ke kehidupan yang baru di alam fana, ada yang tinggal di surge dan ada pula yang di neraka.

Pelajaran berharga dari fenomena matahari terbit dan terbenam ini, banyak hal yang dapat kita petik. Siklus kehidupan selalu hanya melahirkan dua situasi atau pilihan, yakni terbit dan terbenam; baik dan buruk; panas dan dingin; surga dan neraka dan sebagainya.

Ketika matahari masih terbit dari ufuk timur, dapat kita fahami bahwa Tuhan dengan kebijakan dan kebijaksanaannya masih memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada kita calon penghuni surga/neraka terus berbenah dan berbenah agar semakin mempunyai modalitas yang cukup untuk menjadi lebih baik, lebih siap untuk take off dan landing pada landasan kehidupan yang baru.

Yang terus sibuk berperang karena urusan perut, kekuasaan dan harta berhentilah berperang dan berdamailah. Menang dalam peperangan, pergulatan berebut kekuasaan dan sumber daya di muka bumi, akan diakhiri dan segera dimulai dengan peperangan dan pergulatan baru.

Sifat dan bentuknya memang bukan perang fisik, tetapi perang proxi, perang idiologi dan sebagainya, sehingga semakin jauh dari kedamaian dan perdamaian.

Karena itu berhentilah berolok-olok, saling fitnah dan saling berhujat agar hidup ini benar-benar lebih bermakna bagi kehidupan bersama. Tidak ada manfaatnya kita berperang, saling berebut kekuasaan dengan cara apapun. Dan jangan pernah merasa hebat sampai “berani melawan kekuasaan Tuhan, karena kita tidak pernah bisa memenangkannya, kecuali azabnya yang akan diturunkan.

Selamatkan bumi pertiwi tempat kita bermukim dan tempat kita berpijak, bercocok tanam, tempat dimana sumber daya diolah dari kehancuran karena bangsa ini tidak pernah berhenti cakar-cakaran, tidak pernah bersatu dan dipersatukan karena imannya goyang.

Dewanya adalah harta dan tahta,sehingga dengan alasan apapun rela berseteru dan tak sadar bahwa sejatinya bangsa ini sedang diperankan sebagai wayang yang dalangnya berasal dari dalam maupun dari luar.

Hal yang muncul di medsos adalah satu bukti bahwa perang proxi dengan sengitnya berjalan.Tua muda semua terlibat peperangan tersebut. Adminnya dengan bangga memerankan diri sebagai dalang yang tidak bertanggung jawab. Peperangan di medsos akhirnya landing dan tumpah menjadi perang fisik menghancurkan peradaban dan keadaban.

Semoga negeri ini masih bisa diperbaiki ketika matahari masih terbit dari ufuk timur. Kembalilah berdamai mumpung bangsa ini masih dipercaya untuk berbenah oleh Tuhan, sebelum dihancurkan kelak karena gagal berdamai diantara kita dan berdamai dengan alam dan lingkungannya. (penulis adalah pemerhati masalah sosial ekonomi).

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar