Besarnya Aksi Jual Menyebabkan IHSG Bertahan di Zona Merah

Ilustrasi+IHSG

JAKARTA, (tubasmedia.com) –  Head of Research NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada memaparkan, laju IHSG masih dalam zona merah. Bahkan lebih dalam dibandingkan sebelumnya. Sejumlah sentimen negatif masih mewarnai laju IHSG yang tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi bursa saham AS dan beberapa Asia yang masih dapat menghijau.
Kondisi ini pun sejalan dengan perkiraan bahwa masih adanya potensi pelemahan. Sebelumnya disampaikan bahwa laju IHSG terlihat mencoba berbalik naik seiring dengan mulai adanya aksi beli meskipun belum terlalu besar. Meski aksi beli mulai terlihat namun, posisinya belum cukup kuat sehingga IHSG pun masih menyimpan potensi pelemahan.
Apalagi ternyata IHSG masih menyimpan utang gap di 5069-5076 dan 5113-5125 dan imbas dari pelemahan Rupiah jelang pertemuan The Fed. “Meski kami berharap untuk rebound namun demikian, tetap cermati rilis sentimen-sentimen,” ujar Reza, Kamis (30/4/15).
Di sisi lain, maraknya pemberitaan dan anggapan penurunan ini karena sentimen turunnya popularitas Presiden Jokowi dan telah dilaksanakannya eksekusi mati terpidana narkoba, menjadi sentimen yang telalu berlebih-lebihan untuk dijadikan dasar penurunan market yang menurut kami sangat tidak relevan.
Masih adanya rilis kinerja para emiten yang mengalami penurunan pertumbuhan, melemahnya laju Rupiah, hingga aksi jual asing yang memanfaatkan masih besarnya nilai net buy selama YTD (Rp12,36T) yang dibarengi kepanikan secara psikologis terutama investor lokal turut membuat IHSG semakin terhempas ke jurang. Investor asing kembali catatkan nett sell (dari net sell Rp 1,71 trilun menjadi net sell Rp 1,82 trilun).
Pada perdagangan Kamis (30/4/15) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 4995-5000 dan resisten 5125-5150. Laju IHSG gagal mendekati area target resisten (5252-5264) dan juga sempat jauh di bawah area target support (5150-5172).
“Laju IHSG terlihat gagal mencoba berbalik naik seiring kian membesarnya volume aksi jual dibandingkan aksi beli. Tampaknya kekhawatiran kami akan laju IHSG yang akan melunasi utang gap di 5069-5076 dan 5113-5125 terjadi,” tutur Reza.
Dengan harapan akan terjadinya peluang rebound pasca lunasnya utang gap tersebut, ekspektasi adanya imbas positif dari The Fed, dan harapan akan meredanya aksi jual maka diharapkan laju IHSG dapat membaik. Akan tetapi, tetap cermati dan waspadai masih adanya potensi pelemahan lanjutan pada IHSG.
Pertimbangan saham-saham antara lain :
PNLF 299-325|Hammer dekati MBB. William’s %R bergerak naik diikuti peningkatan mass index|Trd buy slm bertahan di atas 310
BJTM 475-503|Hammer tinggalkan LBB. Stochastic berbalik naik diiringi kenaikan MACD|Trd buy slm bertahan di atas 490
AKRA 5070-5350|Spinning dekati Middle Bollinger band (MBB ). RSI mencoba berbalik naik diikuti kenaikan parabolic SAR|Trd buy sl bertahan di atas 5150
TBIG 8300-6775|Inverted hammer di area LBB. William’s %R mencoba berbalik naik diikuti peningkatan MFI|Trd buy slm bertahan di atas 8325
CTRS 2825-3025|Hammer dekati middle Bollinger band (MBB). %relative performance bergerak naik diikuti peningkatan momentum|Trd buy slm bertahan di atas 2925
AMRT 500-550|Morning doji star di atas LBB. RSI berbalik naik diikuti peningkatan stochastic|Trd buy slm bertahan di atas 525. (angga)

Berita Terkait

Komentar

Komentar