BI: Neraca Perdagangan Indonesia bulan April Surplus

neraca

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Bank Indonesia mengekuarkan laporan Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) April 2015 yang menunjukkan perkembangan yang positif dengan kembali mencatat surplus sebesar US$ 0,45 miliar, ditopang oleh kenaikan surplus neraca nonmigas. Namun demikian, defisit neraca migas yang meningkat mengakibatkan surplus neraca perdagangan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada periode sebelumnya sebesar US$ 1,02 miliar.

“Kinerja neraca perdagangan April 2015 tersebut lebih baik dibandingkan dengan kinerja pada April 2014 yang mencatat defisit sebesar US$ 1,97 miliar,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Sagara, Senin (18/5/15).

Surplus neraca perdagangan nonmigas meningkat dari US$ 1,30 miliar pada bulan sebelumnya menjadi US$1,33 miliar pada April 2015. Kenaikan surplus neraca nonmigas dipengaruhi oleh penurunan impor nonmigas yang lebih tajam dibandingkan dengan penurunan ekspor nonmigas. Ekspor nonmigas terkontraksi sebesar 0,17% (mtm) menjadi US$ 11,63 miliar, terutama karena turunnya ekspor bahan bakar mineral, mesin/peralatan listrik, dan perhiasan/permata.

Penurunan lebih lanjut tertahan oleh perbaikan kinerja ekspor beberapa komoditas, terutama lemak dan minyak hewan/nabati, karet dan barang dari karet, dan alas kaki. Penurunan kinerja ekspor juga diiringi oleh penurunan impor nonmigas sebesar 0,46% (mtm) menjadi US$ 10,29 miliar, terutama karena penurunan impor mesin dan peralatan mekanik, kendaraan bermotor dan bagiannya, dan pupuk.

Di sisi lain, defisit neraca perdagangan migas meningkat menjadi US$ 0,88 miliar dari US$ 0,28 miliar pada bulan sebelumnya. Peningkatan defisit tersebut dipengaruhi oleh penurunan ekspor migas yang disertai dengan peningkatan impor migas. Ekspor migas tercatat lebih rendah dibanding periode sebelumnya, sejalan dengan berkurangnya ekspor minyak mentah dan gas. Sementara itu, impor migas meningkat dari bulan sebelumnya, terutama disebabkan oleh naiknya impor hasil minyak dan gas.

“Bank Indonesia memandang kinerja neraca perdagangan April 2015 tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja transaksi berjalan triwulan II-2015. Bank Indonesia memperkirakan struktur neraca perdagangan Indonesia ke depan akan lebih sehat dan semakin mendukung proses pemulihan keseimbangan eksternal Indonesia,” tutup Tirta. (angga)

Berita Terkait

Komentar

Komentar