BI Tegaskan Pembayaran ke IMF Bukan Utang

091714_578116_andi_widjajan

JAKARTA, (tubasmedia.com) –┬áBank Indonesia menegaskan, kewajiban pembayaran ke International Monetary Fund (IMF) bukan utang. Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Andi Widjayanto mengatakan bahwa Indonesia masih punya utang ke IMF. Menurut Andi, pemerintah melalui Bank Indonesia berutang kepada IMF pada tahun 2009 sebesar US$ 3,093 miliar. Kini utang tersebut sudah berkurang. Per Ferbruari tinggal US$ 2,79 miliar. Adapun utang tersebut dalam bentuk mata uang Special Drawing Right (SDR).

“Pada dasarnya apa yang disampaikan Pak Jokowi dan Pak SBY terkait kewajiban pada IMF tidak salah. BI punya kewajiban pada IMF tapi bukan utang,” kata Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs di Jakarta, Rabu (29/4/15).
Peter menegaskan, posisi kewajiban sebesar US$ 2,79 miliar tersebut bukan utang kepada IMF dalam bentuk pinjaman yang selama ini dikenal.
“Kewajiban tersebut adalah alokasi SDR (special drawing rights) yang timbul sebagai konsekuensi kita sebagai anggota IMF. Seluruh anggota IMF mendapat alokasi SDR tersebut,” jelas Peter.
Sebagai anggota IMF, lanjut Peter, Indonesia membayar iuran sehingga Indonesia memperoleh alokasi SDR sesuai kuota dan dicatat sebagai bagian cadangan devisa.
“Secara teknis pencatatan, alokasi tersebut juga dicatat sebagai kewajiban kita,” kata Peter.
Peter menambahkan, sejak 2009, pencatatan teknis alokasi SDR tersebut dilakukan dalam kewajiban pada IMF. Hal tersebut juga dilakukan oleh seluruh anggota IMF.
Menurut Peter,karena alokasi tersebut sebagai konsekuensi keanggotaan, maka akan tetap muncul sepanjang Bank Indonesia masih menjadi anggota.
“Berbeda dengan pinjaman ketika krisis 98 yang memang bisa dilunasi setelah kita punya kemampuan tanpa harus keluar dari keanggotaan,” ujar Peter.
Sementara itu, lanjut Peter, utang Indonesia kepada IMF saat tahun 1998, dilakukan untuk kebutuhan neraca pembayaran yang tergerus akibat krisis. Pinjaman tahun 1998 tersebut (US$ 9,1 miliar), telah dilunasi seluruhnya pada 2006. (angga)

Berita Terkait

Komentar

Komentar