Biarkan Rakyat yang Memilih Pemimpinnya

Laporan: Redaksi

ilustrasi

Emrus Sihombing

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Biarkanlah rakyat yang secara langsung memilih pemimpinnya di daerah. Itu sesuai dengan konstitusi. Demokrasi berintikan kedaulatan di tangan rakyat, termasuk memilih pemimpin.

Hal itu dikemukakan oleh pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, menjawab pertanyaan tubasmedia.com di Jakarta, Senin (8/9), berkaitan dengan keinginan sejumlah anggota DPR agar pemilihan kepala daerah (bupati/wali kota) oleh DPRD dan bukan secara langsung oleh rakyat.

Seperti diketahui, sistem pemilihan kepala daerah kini tengah dibahas oleh DPR dalam kaitannya dengan penyusunan RUU Pilkada.

Menurut Emrus, alasan mengusulkan pemilihan oleh DPRD, karena pilkada langsung membutuhkan biaya besar, dinilai tidak tepat. Untuk mengurangi biaya dapat ditempuh dengan membenahi sistemnya, misalnya dengan menerapkan e-voting dan atau e-KTP. Termasuk jika kita sudah menerapkan pilkada langsung, biaya pemilihan akan banyak berkurang.

Ia juga mengatakan, harus diingat pelaksanaan demokrasi memang membutuhkan biaya besar. “Memilih presiden secara langsung kita sudah berhasil, apalagi memilih kepala daerah,” katanya.

Ia berpendapat, sejak perjuangan reformasi kita sudah sepakat memperkuat demokrasi. Terkait dengan itu, berikanlah kesempatan kepada rakyat untuk memilih pemimpinnya. (ender)

Berita Terkait

Komentar

Komentar