Biji Plastik Impor Bahan Baku Industri Mainan, Mendapat Fasilitas BMDTP

1

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Terhitung sejak 2017, biji plastik untuk  bahan baku industri mainan anak-anak akan ditetapkan menjadi jenis barang impor yang akan mendapatkan fasilitas  BMDTP (Bea masuk Ditanggung Pemerintah).

Hal itu dikatakan Direktur Tekstil, Kulit, Alas Kaki dan Aneka Kementerian Perindustrian, Muhdori menjawab  wartawan di kantornya, kemarin.

‘’Saat ini sedang diupayakan agar 2017 mendatang biji pastik untuk bahan baku industri mainan anak-anak masuk jenis barang impor yang menerima BMDTP,’’ katanya.

Sebelumnya, KetuaUmum Asosiasi Mainan Indonesia, Sutjiadi Lukas menyebut, agar produk mainan anak-anak produksi lokal mampu bersaing dengan produk mainan impor, pemerintah harus bersedia meninjau kembali bea masuk bahan baku impor berupa biji plastik.

Jika bea masuknya tetap dipertahankan sepuluh persen, kata Lukas, jangan diharap mainan anak-anak produksi dalam negeri bisa jadi tuan di negeri sendiri dan Indonesia akan tetap menjadi sasaran empuk produk impor

Indonesia, lanjut Mudori volume produksi biji plastik di Indonesia belum bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri sehingga kekurangannya masih harus kita isi dengan barang impor yang dikenakan bea masuk 10 persen.

Di bagian lain keterangan Mudori bahwa mainan anak-anak buatan Indonesia, pada hakekatnya sudah mampu bersaing dengan produk impor. Baik mutu maupun harga menurutnya, mainan buatan lokal sudah tidak perlu diragukan lagi.’’Sudah bisa disandingkan dengan barang impor,’’ tegasnya.

Namun diakui, kelemahannya terletak pada branding. Indonesia hingga kini belum memiliki branding yang bisa dijual ke pasaranan. Untuk mengantisipasinya, produsen mainan anak-anak Indonesia, harus melakukan diversifikasi serta meningkatkan mutu produk.

Cara lain untuk bisa menyaingi barang-barang impor, menurutnya, pengelola pasar modern (mall) di Indonesia, harus bersedia dan mau memberi tempat untuk memajang mainan anak-anak produk lokal.

‘’Lokasinya harus yang strategis dan kalau bisa space-nya paling depan dan jangan ditaruh di urutan paling belakang,’’ katanya. (sabar)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar