Blok Mahakam, Pertamina Dan BUMD Kuasai 70%

sudirman-said

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, Jumat (19/6/2015), mengumumkan keputusan pemerintah terkait pembagian interes atau tata kelola dalam pengelolaan Wilayah Kerja Blok Mahakam, yang berlaku mulai 1 Januari 2018. Masa transisi pengelolaan mulai 1 Januari 2016.

Ia mengatakan, kami sudah tetapkan bersama Presiden, Pertamina dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kalimantan Timur memperoleh interes 70 persen, sedangkan pengelola lama, Total dan Inpex, memperoleh 30 persen.

Menurut Sudirman Said dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat pagi, pembagian tersebut didasarkan pada pertimbangan, PT Pertamina harus bisa menjadi pihak yang mengontrol interes terbesar di Blok Mahakam. Sedang pemberian 30 persen saham kepada Total dan Inpex merupakan bentuk apresiasi pemerintah.

“Porsi 30 persen saham buat Total dan Inpex itu sebagai apresiasi pemerintah terhadap Total dan Inpex yang sudah hampir 50 tahun mengelola Mahakam atau sejak 6 Oktober 1966,” kata Sudirman, seperti dikutip dari laman Setkab.

Terkait BUMD Kaltim, menurut Menteri ESDM, akan mendapatkan participating interest yang jumlahnya baru akan diputuskan pekan depan, karena menunggu Gubernur Kaltim yang sedang dinas di luar kota. “Presiden menekankan, berapa pun participating interest yang diterima daerah harus bermanfaat untuk masyarakat. Artinya, sejauh mungkin bisa diambil kontrol dan manfaatnya oleh pemda dengan bantuan Pertamina,” katanya.

Menteri ESDM berharap seluruh proses pengambilalihan Blok Mahakam bisa diselesaikan sebelum akhir tahun 2015. “Saya sudah arahkan ke tim agar sebelum 31 Desember 2015 sudah ada kontrak baru yang ditandatangani antara pemerintah dan operator yang baru,” tegasnya.
Dikatakan, Total, Inpex, dan Pertamina akan mendiskusikan lebih lanjut tentang tahapan alih kelola Mahakam dalam empat-lima bulan ke depan, sehingga di 1 Januari 2016 alih kelola bisa berjalan mulus. (ril/ender)

Berita Terkait

Komentar

Komentar