BM Bahan Baku Mainan Anak-anak Minta Dihapus

mmainan

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Agar produk mainan anak-anak produksi lokal mampu bersaing dengan produk mainan impor, pemerintah harus bersedia meninjau kembali bea masuk bahan baku impor berupa biji plastik.

Jika bea masuknya tetap dipertahankan sepuluh persen, jangan diharap mainan anak-anak produksi dalam negeri bisa jadi tuan di negeri sendiri dan Indonesia akan tetap menjadi sasaran empuk produk impor

Hal itu diungkapkan KetuaUmum Asosiasi Mainan Indonesia, Sutjiadi Lukas kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Sebenarnya menurut Lukas, ada tersedia bahan baku biji plastic di Indonesia. ‘’Tapi harganya selangit, tak terjangkau karena bahan baku itu dimonopoli Chandra Asri,’’ lanjutnya.

Karena itu tambahnya, jika pemerintah serius menjadikan produk lokal menjadi tuan di negeri sendiri, pemerintah harus meninjau semua kebijakan yang menimbulkan biaya produksi menjadi tinggi dan tidak bisa bersaing dengan barang impor.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara temu usaha di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa mengatakan, pemerintah akan segera meninjau semua kebijakan jika kebijakan itu menimbulkan biaya produksi menjadi tinggi.

‘’Kalau ada barang menjadi mahal karena kebijakan pemerintah, kami akan segera koreksi kebijakan itu,’’ begitu kata menteri Sri Mulyani.

Para pemain industri mainan anak-anak, kata Lukas sangat mengapresiasi pernyataan Sri Mulyani dan mereka mengharapakan seruan itu segera direalisasikan dan jangan hanya enak didengar kuping.

Kata Lukas, jika kebijakan yang menimbulkan ekonomi biaya tinggi ditinjau, produk-produk lokal akan bisa menguasai pasar dalam negeri dan program pemerintah yang menggalakkan peningkatan penggunaan produk dalam negeri, akan segera pula terwujud. (sabar)

Humbanghas
Humbanghas

Berita Terkait

Komentar

Komentar