BPJS Ketenagakerjaan Karo, Jaring Supir dan Kernet

IMG_20160113_102257

KABANJAHE, (tubasmedia.com) – BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Karo tengah menjaring ribuan pengemudi dan kernet angkutan kota (angkot) Kabanjahe Tanah Karo menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kabanjahe Karo Sanco Simanullang ST MT disela-sela kunjungan ke pangkalan angkot Karya Transport (KT) Gundaling Berastagi, Rabu (14/1) mengungkapkan perlindungan terhadap supir mutlak diperlukan dan merupakan hal yang sangat penting, mengingat tingginya resiko pekerjaan supir di jalan raya.

“Selama ini belum ada perlindungan menyeluruh terhadap supir di tanah Karo, kalau terjadi musibah kecelakaan, belum jelas siapa yang bertanggung jawab ,” jelas Manullang.

‘’Jika selama ini perlindungan seakan hanya milik pegawai atau karyawan yang bekerja di perusahaan, perhotelan dan pekerja yang mendapatkan upah, kini supir angkot pun dapat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kami mengajak semua pihak termasuk pemda, dinas perhubungan, organda, disnaker dan pihak lainnya untuk peduli terhadap perlindungan supir,” kataya.

Dijelaskan, dengan iuran setiap bulan Rp 66.800, manfaat yang diperoleh peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah perlindungan meninggal Kecelakaan Kerja hingga Rp 115 juta(termasuk beasiswa satu orang anak), sementara tidak mampu bekerja mendapat gaji penuh sekitar Rp 2 juta selama enam bulan, pengobatan medis, meninggal bukan kecelakaan kerja Rp 24 juta, dan tabungan sekitar Rp 40.000 per bulan ditambah bunga pengembangan diatas bunga deposito, akan diakumulasi dan dapat diambil saat tidak bekerja lagi.

Sosialisasi yang dilakukan secara spontan tersebut berhasil meyakinkan para supir dan langsung mendaftar. Sebanyak 5 orang yang mengikuti program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua adalah Ahmad Dahlan Pohan, Pentasta Bangun, Ferrianto, Siandomi Bancin dan Rusli.

“Ini merupakan supir pendaftar pertama di tanah Karo, semoga kedepan supir lain dapat menyusul sehingga dapat terlindung dalam program BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Sanco Manullang didampingi Yusuf Sinulingga.

Disebutkan, awal tahun 2016 pihak BPJS Ketenagakerjaan terjun langsung ke sentra sentra pangkalan terminal angkot di wilayah Kabanjahe dan Berastagi . Diantara pangkalan yang dikunjungi adalah Karya Transport (KT), Sigantang Sira, Kama, Bayu, Arih Ersada, Gaya Baru, Sinabung Jaya, Borneo, Sutra, dan lainnya.

Jumlah supir di prediksi mencapai ribuan orang yang masih belum terlindungi dalam BPJS Ketenagakerjaan . “Ribuan orang, dan umumnya supir lepas. Jadi iuran akan dikumpul per hari atau per minggu kepada mandor atau koordinator, biar lebih ringan bebannya. Selanjutnya di setor ke Bank kerjasama BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
“Bagi para supir yang akan mendaftar dapat menghubungi kami di kantor BPJS Ketenagakerjaan jl Veteran Kampung Dalam/Samping Terminal Bus Kabanjahe,” tutup Sanco.(sabar)

Berita Terkait