Buah Impor Banjiri Tasikmalaya

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

TASIKMALAYA, (TubasMedia.Com) – Buah-buahan impor membanjiri Tasikmalaya, Jawa Barat. Hampir setiap pedagang buah di tempat penjualan (lapak) di Kabupaten dan Kota Tasikmalaya melakukan persaingan tidak sehat. Begitu juga pedagang buah-buahan di pasar tradisional dan di supermarket dipastikan menjual impor dengan harga obral.

Mang Oleh (55), seorang pedagang buah di Tasikmalaya mengatakan, memasuki tahun 2012 harga buah-buahan mengalami penurunan yang cukup drastis karena pasokan buah impor membanjiri Tasikmalaya kecuali buah lengkeng dan buah durian montong yang harganya masih stabil. “Pasokan buah-buahan dari luar negeri saat ini melimpah, terutama Jeruk Mandarin dan Jeruk Santang dari China,” ungkapnya.

Kasi Perdagangan Indag Kabupaten Tasikmalaya, Iwa mengatakan sampai saat ini Indonesia termasuk negara pengimpor jeruk terbesar kedua di ASEAN setelah Malaysia. Impor jeruk manis 127.041 ton selama kurun waktu 2005-2009 dengan rata-rata per tahun mencapai 25.408 ton atau setara dengan US $ 17.464.186/tahun.

Sedangkan untuk jenis keprok atau Mandarin, menurut data biro Pusat Statistik selama kurun waktu 2009-2011 mencapai 504.063 ton atau sekitar 100.813 ton per tahun dengan nilai mencapai US$ 80.569.300.

Saking banyaknya pasokan buah impor di Tasikmalaya, para pedagang yang biasa hanya menjual buah mangga dan pepaya sekarang ikut berjualan jeruk Mandarin dan jeruk Santang. Jeruk Mandarin yang semula dijual Rp 20 ribu/kg, kini dijual dengan harga Rp 13 ribu/kg. Jeruk Santang (China) yang semula Rp 18 ribu/kg sekarang dijual Rp 13 ribu/kg dan apel Jepang yang semula Rp 20 ribu/kg menjadi Rp 15 ribu/kg.

“Namun harga buah lengkeng naik yang semula Rp 18 ribu/kg menjadi Rp 25 ribu/kg dan buah Durian Montong yang semula harganya Rp 19 ribu/kg sekarang menjadi Rp 32 ribu/kg,” ungkap Iwa. (dadang)

Berita Terkait

Komentar

Komentar