Budayawan Solo Bentuk Front Pembela Pancasila

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

SOLO, (Tubas) – Beberapa komunitas dan elemen masyarakat, seniman dan budayawan pekan lalu berkumpul di Taman Budaya Jawa Tengah TBS, sebagai bentuk rasa solidaritas atas dibubarkannya pagelaran wayang kampong sebelah dengan dalang Ki Jliteng Suparman di kampong Pasar Kliwon Surakarta, oleh suatu kelompok tertentu yang selalu mengusik dan mengganggu ruang gerak seniman dan budayawan dalam mengekspresikan diri.

Untuk itu disepakatilah membentuk Front Pembela Pancasila (FPP), sebagai respons tindak kekerasan dan main hakim sendiri oleh kelompok tertentu. Selanjutnya secara aklamasi menunjuk Wawan Setyawan sebagai Ketua Presidium Front Pembela Pancasila (FPP), serta Janthit Sonokolo dan Jlitheng Suparman sebagai koordinator lapangan (Korlap).

Jlitheng mengungkapkan Front Pembela Pancasila (FPP) terbentuk karena selama ini terjadi pembungkaman kebebasan berekspresi dalam bidang seni budaya masyarakat. Karena kebebasan berekspresi telah dijamin UUD 1945, namun di lapangan tidak mampu dilindungi oleh aparat keamanan dan Pemkot.

Setelah menyatakan kesediaannya menjadi ketua presidium, Wawan menyatakan Front Pembela Pancasila (FPP) akan menggandeng semua elemen masyarakat yang masih mempunyai kepedulian dalam menegakkan empat pilar kebangsaan dan mengadakan aksi pada tanggal 1 Juni bersamaan dengan hari lahirnya Pancasila. “Kita harus melawan tindakan kelompok tertentu ini dengan cara yang berbudaya dan beradab,” katanya. (irawan sulistyo)

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published.