Budidaya KPPP Menambah PAD Bantul

Laporan : Redaksi

Kabupaten Bantul

Kabupaten Bantul

BANTUL, (Tubas) – Pemberdayaan masyarakat Kabupaten Bantul di bidang kelautan, perikanan, peternakan dan perindustrian (KPPP) dilakukan secara optimal. Kabupaten ini memiliki potensi alam di sektor-sektor tersebut yang apabila ditingkatkan budidayanya, bisa menambah pendapatan asli daerah (PAD).

“Sektor-sektor KPPP sangat diperhatikan oleh Pemkab Bantul, karena itu merupakan lahan mata pencaharian bagi sebagian besar masyarakat Bantul. Untuk itu Pemkab Bantul mengupayakan peningkatan hasil di sektor tersebut. Di antaranya, memberikan dana dari APBD untuk pengelolaan di sektor KPPP,” kata Assek II Kab Bantul, Drs. Mardi Ahmad dalam menyambut rombongan tamu dari DPRK Lhokseumawe, Aceh, baru-baru ini.

Kota Lhokseumawe memiliki potensi alam yang sama dengan Bantul, yaitu kelautan, perikanan, dan peternakan. DPRK Lhokseumawe berkunjung ke Bantul untuk maksud mendapatkan ilmu dan pengalaman dalam pengelolaan sektor KPPP tersebut.

Ketua Komisi B DPRD Kab Bantul, Uminto Giring,SE,MH mengatakan, Kabupaten Bantul ditarget untuk meningkatkan PAD 10% per tahun. Jadi seyogianya Pemkab Bantul wajib memikirkan peningkatan di sektor-sektor yang menjadi sumber PAD. Salah satunya adalah sektor KPPP. Di samping itu, dengan melakukan usaha-usaha untuk meningkatkan hasil dari beberapa sektor, juga bisa menanggulangi kemiskinan di Bantul.

Oleh karena itu, dengan dilakukannya upaya peningkatan bidang KPPP bisa meningkatkan PAD Bantul, yaitu dengan memberi fasilitas yang mendukung pengelolaan sektor kelautan, perikanan, peternakan dan perindustrian. Bantul memiliki 72 sektor industri yang tersebar di beberapa kecamatan. Untuk mengembangkannya, Pemkab Bantul memberikan fasilitas dengan menggulirkan pinjaman modal dengan bunga rendah melalui Bank Mandiri, Perum Peruri, dan ASEI. (bidin)

Berita Terkait

Komentar

Komentar