Bunga KUR Disubsidi, menjadi 12%

KUR

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Suku bunga yang dikenakan perbankan untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) saat ini terlalu tinggi. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk memberikan subsidi, sehingga bunga KUR cuma 12%.

“Pemerintah akan memberikan subsidi bunga, sehingga Kredit Usaha Rakyat bisa dikenakan bunga 12%. Selisihnya yang ada sekarang disubsidi oleh pemerintah,” kata Menko Perekonomian Sofyan Djalil kepada wartawan seusai Rapat Terbatas Kabinet yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (17/6/2015) sore.

Dikatakan, subsidi bunga KUR hingga kena bunga cuma 12% diberlakukan tahun ini. Sumber dananya dari dana subsidi harga bahan bakar minyak (BBM) yang dialihkan ke sektor yang lebih produktif. Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah AA Gde Ngurah Puspayoga mengatakan, pemerintah menyubsidi bunga KUR untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dari rata-rata 22% menjadi 12%. Selisih bunga inilah yang ditanggung oleh pemerintah.

“Keputusan ini akan diberlakukan per Juli 2015. Sekarang tinggal menunggu proses penyelesaian aturan teknis yang kami siapkan dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu),” kata Puspayoga, seperti dipetik dari laman Setkab. Jumlah anggaran yang dialokasikan untuk KUR, sesuai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015 adalah Rp 30 triliun. Sedangkan bank untuk penyalur KUR adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk. (ril/ender)

Berita Terkait

Komentar

Komentar