Bupati Dosmar Banjarnahor Anjurkan Petani Menanam Jagung

 Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor (pakai kaca mata sedang melihat HP) duduk santai di lahan milik Edison Ompusunggu (pakai topi dan masker di samping kanan bupati)

 

DOLOKSANGGUL, (tubasmedia.com) – Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dosmar Banjarnahor menganjurkan masyarakat untuk menanam jagung secara benar. Sebab jika demikian, hasilnya akan bisa mengangkan tingkat perekonomian warga.

Hal itu disampaikan bupati di Batugaja Desa Paranginan Utara saat menyambangi lahan pertanian warga di desa itu Jumat 3/6.

Dia menyebut contoh daerah yang bertani jagung secara benar seperti di Nusa Tenggara Barat (NTB). Hasil pertanian jagung mereka lanjut bupati, cukup menggembirakan, malah mengangkat perekonomian warga.

Demikian juga di daerah tetangga seperti Tanah Karo, Simalungun dan Aceh, hasil panen jagung mereka sudah sangat dirasakan warga dan kesejahteraan warga semakin membaik.

Di daerah kita ini, lanjut bupati, hasil panen jagung dapat mencapai hingga 8 ton per ha-nya bahkan bisa di atasnya lagi, ‘’Namun tentu dengan perlakuan yang benar. Pla tanamnya, jaraknya dan pemupukannya harus secara benar, jangan asal-asalan, “terang Dosmar.

Dosmar Banjarnahor yang didampingi Camat Paranginan, Parlin Siahaan beserta staf Dinas Pertanian dan Koordinator PPL Kecamatan Paranginan duduk santai di tikar di lahan pertanian milik Edison Ompusunggu, warga Batugaja bersama Ketua Kelompok Tani Sepadan dan Saut Gabe, Jahormat Rajagukguk sembari menikmati kopi Paranginan.

Jangan karena mendengar cabai harganya tinggi ramai-ramai menanam cabai. “Cost- nya itu sangat tinggi, belum lagi resikonya sementara jagung bibitnya disediakan pemerintah, pengolahannya ringan dan harga stabil,”sebut Dosmar.

Kopi dan tanaman lain juga bagus, tapi lahan kosong jangan diterlantarkan. “Mari kita manfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif dengan menanam jagung,”imbuhnya.

Camat Paranginan, Parlin Siahaan mengaku di dsa-desa Kecamatan Paranginan telah dianjurkan dana desa sebagian dibelanjakan untuk benih jagung dan pupuknya. “Nanti akan kita berikan ke Kelompok Tani yang benar-benar siap menanam jagung,”jelas Parlin.(edison ompusunggu).

Berita Terkait

Komentar

Komentar