Business, Business Cycle, and National Income

Oleh : Fauzi Aziz

 

PERTAMA, dunia penuh dengan kegiatan bisnis, tak terkecuali pemerintah-pun juga terlibat secara langsung dan tidak langsung dalam dunia bisnis. Secara langsung melalui BUMN/BUMD  dan secara tidak langsung melalui pembuatan kebijakan yang pro-bisnis. Dunia menjadi hingar-bingar dan glamour karena bisnis tumbuh dan berkembang.

KEDUA, bisnis bergerak cepat atau lambat sangat tergantung daripada siklus bisnis. Siklus ini yang dijaga oleh pemerintah dengan tujuan agar stabilitas ekonomi terjaga, dunia bisnis diharapkan dapat tumbuh dengan sehat dan menguntungkan, serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan. Satu hal bahwa kegiatan bisnis akan tumbuh atau sebaliknya, sebagaian besar tergantung sifat kebijakan ekonomi pemerintah dan kondisi lingkungan eksternal yang berpengaruh, baik pada area geoplitik maupun geoekonomi.

KETIGA, kecepatan dengan perputaran tinggi dalam bisnis bisa membuat ekonomi overheating. Sebaliknya jika putarannya rendah berarti kegiatan bisnis tengah lesu, dan potensial bisa menjadi salah satu sumber terjadinya resesi ekonomi. Dalam situasi overheating, Bank Sentral akan menaikkan suku bunga acuan yang biasanya akan dikuti oleh naiknya suku bunga pinjaman. Sebaliknya jika terjadi kelesuan, pemerintah akan memberikan stimulus fiskal untuk mempengaruhi perekonomian sehingga siklus bisnis dapat kembali normal dan berarti kegiatan bisnis akan rame kembali.

KEEMPAT, dunia gegeran penyebabnya tidak jauh dari persoalan bisnis dan siklus bisnis. AS ribut dengan China tidak luput dari persoalan bisnis. Perang dagang adalah soal bisnis yang kemudian dapat mengganggu siklus bisnis secara keseluruhan karena kedua raksasa ekonomi dunia tersebut menjadi rujukan bagi pelaku bisnis dari negara  lain yang mau doing business dan bermitra dengan kedua adidaya tersebut. Business adalah expected return, income and profit.

KELIMA, bisnis adalah creat of  PDB. Bisnis adalah kompetisi dan kolaborasi untuk expected return, income and profit. Bisnis adalah creat of value bagi kehidupan mereka yang terlibat langsung dan tidak langsung dalam setiap prosesnya.

Muaranya adalah creat of National Income. Sebab itu, bisnis dan siklus bisnis hidup dalam satu lingkungan. Sekali terjadi gangguan dan hambatan, kegiatan bisnis pasti goncang karena itu, ia lebih  membutuhkan stabilitas ketimbang volatilitas. Penjaga keseimbangan itu adalah pemerintah dan sebagai penjaga, pemerintah dapat hak untuk menikmati sebagian dari National Income  yang tercipta dalam bentuk pajak dan sumber pendapatan lain yang sah.

KEENAM, karena itu, bisnis dan siklus bisnis hanya punya satu harapan, yakni aliran modal, barang dan jasa, teknologi, dan tenaga kerja dapat bergerak lancar antar negara di seluruh dunia. Isu global yang sesungguhnya adalah bukan soal perdagangan bebas, tapi dunia sejatinya lebih membutuhkan proses bisnis global berjalan lancar.

Dan faktanya lagi ternyata bahwa dunia lebih berkebutuhan untuk menciptakan sistem perdagangan dunia yang adil. Oleh karena itu, proses expected return, income and profit, ruang pacu nya berada dalam global space yang luas, dimana proses kompetisi dan kolaborasi berlangsung dan kesempatan itu menjadi hak semua negara untuk memanfaatkan setiap peluang yang ada.

Sebab itu, pula ketika kita merancang model bisnis industri, sudah sejak dari awal kita design harus bisa hidup dalam global space yang luas tadi dan syaratnya harus bisa berkompetisi dan berkolaborasi. Dan untuk bisa mencapainya, maka kita butuh biaya investasi yang murah dengan tingkat suku bunga rendah. Kita butuh satu strategi dan kebijakan  bahwa investasi menjadi bagian langsung dari strategi dari kebijakan ekspor.

KETUJUH, terkait dengan itu, maka bisnis membutuhkan hadirnya infrastruktur keuangan  yang beragam agar bisa melayani kebutuhan pembiayaan investasi dan ekspor, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. LPI, bank  investasi, bank pembangunan perlu dibentuk agar para pelaku bisnis nasional bersama bersama pemerintah dapat mengembangkan investasinya di luar negeri melalui model kolaborasi dan aliansi, serta merupakan satu cara untuk masuk dalam jaringan bisnis global.

Indonesia menjadi makin terbuka mengelola investasi di luar negeri dengan membeli saham perusahaan global, bisa membeli surat utangnya negara lain yang menjadi mitra bisnis atau melakukan investasi langsung di negara bersangkutan. Sepirit ini sudah ada sejak tahun 2004 ketika UU nomor 1/2004 tentang perbendaharaan negara diterbitkan.  Pasal 41 mengatakan bahwa Pemerintah dapat melakukan investasi jangka panjang dalam bentuk saham, surat utang dan investasi langsung untuk memperoleh manfaat ekonomi sosial dan/atau manfaat lainnya.

KEDELAPAN, memelihara pertumbuhan bisnis berarti menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan perusahaan. Dalam hubungan ini maka kebijakan pemerintah dan kebijakan korporasi bersifat mutual benefit. Karena itu, harus terjadi sinergi yang efektif dan harus dihindari tidak saling men-trade off.

Pemerintah wajib bertindak sebagai pemberi jalan dan dunia bisnis atau korporasi tidak hanya bereaksi terhadap perubahan lingkungan eksternalnya yang terjadi, termasuk perubahan kebijakan pemerintah, namun juga secara aktif harus dapat menciptakan sumber-sumber keuntungan yang baru dari sekitar main businessnya. Inilah makanya Business, Business Cycle akan mempengaruhi pembentukan National Income. Indonesia Incorporated adalah cara terbaik untuk mengatur, membina dan mengembangkan bisnis, menjaga siklus bisnis yang ujungnya adalah creat of National Income.

Menggali ide-ide baru untuk merancang strategi dan kebijakan ekonomi yang pro-bisnis amatlah penting. Begitu pula keluar dari jebakan pola pikir dan pola tindak lama yang bercabang- cabang yang selama ini membelenggu sudut -sudut kesadaran kita harus dikikis karena hanya menjadi sumber potensial terjadinya KKN.

Koruptorisme dan premanisme politik yang menegasikan hukum, etika dan integritas adalah ancaman nyata bagi pembentukan lingkungan ekonomi dan bisnis  yang sehat dan tidak high cost dan pada akhirnya, daur hidup kegiatan bisnis di negeri ini tidak menarik bagi investor dalam negeri maupun asing. Salam sehat*  (penulis adalah pemerhati ekonomi dan industri, tinggal di Jakarta)

Berita Terkait

  • Tidak Ada

Komentar

Komentar