Butuh Rp 65 Triliun Agar Industri Makanan dan Minuman Tumbuh

231014-usaha-3

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Dibutuhkan investasi sebesar Rp 65 triliun untuk memenuhi target pertumbuhan industri makanan dan minuman (Mamin) setinggi 8,1%. Menurut Kemenperin, investasi Rp 65 triliun tersebut diperlukan industri mamin untuk pembangunan pabrik baru, perbaikan infrastruktur, dan pembangunan klaster khusus.

“Industri Mamin dan tembakau merupakan kelompok industri strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 6,96%, tergolong tinggi jika dibandingkan dengan kontribusi sektor lainnya,” jelas Sekdirjen Industri Agro Kemenperin, Abdul Rochim di Jakarta, belum lama ini.

Investasi industri Mamin tahun 2011 sebesar Rp 60,53 triliun, lalu meningkat pada tahun 2013 yang mencapai Rp 63,65 triliun. Tahun ini pemerintah akan terus menjalankan program penghiliran industri berbasis agro. Contohnya, peningkatan produksi minyak goreng kelapa sawit dan kakao. Penghiliran industri minyak goreng kelapa sawit terbukti telah mampu meningkatkan utilisasi industri sebesar 45% pada 2010 menjadi lebih dari 70% pada tahun berikutnya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan, setidaknya ada 10 perusahaan asal Jepang yang berminat masuk ke sektor Mamin Indonesia. “Menjelang Asean Economic Community (AEC) 2015, industri Mamin di Indonesia akan kedatangan banyak investor dari negara Jepang. Indonesia diprediksi menjadi pasar terbesar di ASEAN pada 2015,” kata Adhi di Jakarta, Selasa (21/10).

Sepuluh perusahaan skala besar yang masuk ke sektor industri makanan dan minuman dan telah merealisasikan investasinya di Indonesia antara lain Suntory, Asahi, Glico, Morinaga, Ito En, UHA, Mitsubishi, Yamazaki, dan Kanematsu. (sis)

Berita Terkait

Komentar

Komentar