Buyung Tidak Lagi Pengacara Gayus

Adnan Buyung

JAKARTA, Kantor pengacara Adnan Buyung Nasution menyatakan secara resmi berhenti sebagai kuasa hukum mantan pegawai Ditjen Pajak, Gayus H Tambunan, dalam perkara dugaan mafia pajak dan mafia hukum. Alasannya, Adnan Buyung dan rekan-rekannya merasa Gayus dan pihaknya sudah tidak satu visi dan misi.

“Hubungan klien dan laywer adalah hubungan khusus yang karena adanya kepercayaan. Oleh karena tidak ada dasar kepercayaan, kami memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan penanganan perkara,” ujar anggota tim pengacara, Indra Nathan, saat membacakan pernyataan pers di kantor pengacara Adnan Buyung Nasution, Jakarta, Selasa (8/2/2011).

Menurut Indra, perbedaan visi dan misi itu terjadi karena Gayus berencana mundur dari komitmennya membongkar perusahaan-perusahaan yang diduga menyuapnya. Gayus, lanjutnya, berencana mengubah keterangan terkait 151 dokumen wajib pajak yang ditanganinya, termasuk tentang tiga perusahaan Bakrie yang semula disebut Gayus sebagai pemberi dana Rp 28 miliar miliknya.

“Sejak awal kami berkomitmen membongkar praktik mafia hukum dan pajak secara menyeluruh,” ujar Indra.
Ia melanjutkan, perubahan komitmen itu karena Gayus merasa kecewa dengan kinerja aparat kepolisian yang tidak menindaklanjuti apa yang sudah diungkapkannya di pengadilan.

Adapun Adnan Buyung dan Partner telah mendampingi Gayus dalam kasus korupsi pajak sejak 2 April 2010, tepatnya sejak ditangani oleh Tim Independen Polri hingga proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dengan dakwaan penyalahgunaan wewenang, penyuapan terhadap penyidik Polri, menjanjikan sesuatu kepada hakim Muhtadi Asnun atas perkaranya di Pengadilan Negeri Tangerang, dan memberikan keterangan tidak benar dalam penyidikan.

Terakhir, Adnan Buyung dan rekan mendampingi Gayus sebagai tersangka dalam pemeriksaan oleh penyidik Mabes Polri Direktorat III Pindana Korupsi dan pencucian uang atas kepemilikan uang Rp 28 miliar dan Rp 74 miliar. Namun, Gayus memilih menggunakan jasa kantor pengacara lain, yakni Hotma Sitompul dalam perkara dugaan pemalsuan paspor dan penggunaan paspor palsu. Hal tersebut juga menjadi alasan Buyung untuk berhenti mendampingi Gayus.***

Berita Terkait

Komentar

Komentar