Cak Imin Perlu Direshuffle?

Laporan : Redaksi

Rieke Dyah Pitaloka

Rieke Dyah Pitaloka

PERCAYA atau tidak kalau seorang presiden di Indonesia tidak pernah membaca surat kabar, melihat tayangan televisi dan mendengarkan radio. Boleh percaya boleh juga tidak. Soalnya, presiden itu orang yang sibuk, banyak kerjannya.

Tapi, menurut Rieke Dyah Pitaloka, anggota DPR Komisi IX, Presiden SBY tidak sempat membaca koran. Alasannya, menurut “Oneng” Presiden SBY tidak tahu bagaimana kinerja seorang menteri yang sudah diberitakan di media massa.

Rieke menyebut nama Menakertrans Muhaimin Iskandar yang sudah mendapat report merah dari Kuntoro Mangkusubroto, Ketua UKP4 ( Unit Kerja Presiden bidang Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan) sebagai ketua tim penilai kinerja para pembantu Presiden dan sudah diberitak di koran.

Menurut Rieke banyak masalah yang tidak diselesaikan oleh Muhimin Iskandar, seperti kasus tenaga kerja wanita (TKW) dan problem ketenagakerjaan dan transmigrasi. Namun Presiden SBY dinilai Rieke lebih mementingkan dukungan politik dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dipimpin cak Imin. “Hal ini secara kasat mata dapat dilihat bagaimana Presiden SBY merespon kasus suap yang terjadi di Kemnakertrans” katanya.

Menurut pemeran “Oneng” dalam sinetron “Bajaj Bajuri”, evaluasi kinerja menteri harus diikuti melalui berbagai saluran informasi, termasuk media massa. Jika hasil evaluasinya menunjukkan kinerja seorang menteri yang tidak baik, maka perlu dilakukan reshuffle dengan orang tepat.

“Cak Imin perlu direshuffle. Jangan karena mementingkan dukungan politik lantas menggadaikan kepentingan rakyat dan nyawa manusia,” kata Rieke yang pernah menjadi anggota PKB sebelum bergabung dengan PDI perjuangan. “Nah, kalau begitu yang harus diganti ya presidennya ”

Rieke memberi contoh soal kebijakan impor pangan secara besar-besaran dan kebijakan buruh yang tidak pro rakyat. Kebijakan itu bisa membuat hilangnya harapan membuka lapangan pekerjaan. “Saya nggak yakin SBY bisa menempatkan orang yang tepat selama kebijakan ekonominya tidak pro-rakyat,” kata Rieke sambil tersenyum kepada tubasmedia.com. (rudi kosasih)

Berita Terkait

Komentar

Komentar