Caleg Terpilih Sudah Siap dan Maukah Berantas Korupsi?

Oleh: Fauzi Azis

ilustrasi

ilustrasi

PENYELENGGARAAN pemilu legislatif 9 April 2014 secara umum berlangsung sukses, aman dan lancar. Ini sebuah pertanda baik bahwa iklim demokrasi politik di negeri ini makin menunjukkan kedewasaan. Seluruh rakyat Indonesia tentu menaruh harapan besar bahwa seluruh aspek kehidupan berbangsa dan bernegara akan menjadi lebih baik dan mampu dikelola dengan benar untuk menuju Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur.

Efektifitas pemerintahan ke depan harus lebih baik dari masa sebelumnya kalau pemerintah yang berkuasa nanti makin nyata bertindak untuk menjawab berbagai masalah yang dihadapi negeri ini, baik di dalam negeri maupun yang berkaitan dengan masalah internasional. Sesuatu yang tidak bisa dinafikan bahwa sikap keseluruhan bangsa Indonesia ke depan tidak akan pernah berhasil dengan hanya mengisolasi diri untuk membangun masa depannya tanpa melakukan kerjasama dengan bangsa lain di dunia, baik di Asean, Asia, Asia Pasifik dan di lingkungan global.

Ini sebuah realitas politik yang ada dan Indonesia sebagai bagian dari dunia, harus mempunyai sikap politik yang sama menghadapi realitas yang ada. Kedaulatan politik adalah penting, begitu pula dengan upaya membangun kemandiriaan bangsa adalah suatu kebutuhan bersama yang harus diwujudkan.

Begitu pula jati diri dan identitas sebagai bangsa dan negara yang berdaulat harus tetap dipelihara agar derap langkahnya di dunia internasional tidak mudah terombang-ambing yang bisa mengganggu azas kepentingan nasional dan azas kedaulatan serta kemandirian. Para anggota parlemen ke depan mempunyai tanggungjawab yang tidak ringan untuk dapat memberikan kontribusi nyata secara maksimal mendukung kerja besar pemerintah untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur.

Kolaborasi politik antara lembaga eksekutif dan legislatif menjadi sebuah keniscayaan yang harus bisa diwujudkan ke dalam satu sikap politik kebangsaan untuk merumuskan berbagai kebijakan politik yang bisa diimplementasikan mengatasi berbagai masalah yang dihadapi bangsa dan negara di berbagai bidang.

Hasil perhitungan cepat pileg 9 April 2014 memberikan gambaran bahwa tidak ada kemenangan mutlak yang diraih oleh parpol peserta pileg. Karena itu, kolaborasi politik menjadi penting untuk merespon atas kepercayaan rakyat yang masih menaruh harapan agar terjadi perubahan yang mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang faktor Ancaman, Tantangan, Hambatan dan Gangguan (ATHG)-nya sudah sama-sama diketahui.

Kalau yang terjadi hanya kurang lebih sama dengan kondisi yang terjadi selama ini, yaitu berpolitik hanya sekedar bagi-bagi kekuasaan dan kalau tidak merasa sepaham, kemudian mengambil sikap “mengganjal”, maka yang demikian itu sama saja membuka peluang terjadinya praktek politik bagi-bagi kue, yang akhirnya menyuburkan kembali praktek politik korup.

Ada beberapa pesan penting dari hasil pileg 9 April 2014 yang perlu disadari penguasa yang baru, yakni efektifitas pemerintah, kualitas kebijakan publik yang dihasilkan, penegakan hukum dan pemberantasan KKN.

Kalau beberapa faktor tersebut diabaikan pasti akan ada resiko politik yang bisa terjadi, yaitu turunnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah dan lembaga legislatif. Resiko yang paling berat adalah pemerintah dan DPR bisa digoyang oleh rakyat yang telah memberi mandat dengan tekanan politik yang lebih keras. ***

Topik :

Berita Terkait

Komentar

Komentar