Camat dan Kapus Paranginan Monitoring Stunting ke Dusun Terisolasi Sibual.

dr.Henry Hutasoit bersama Bidan Desa disaksikan Ketua TP.PKK Ny.Parlin Siahaan Lenny Marlina Siburian saat melakukan penimbangan Balita di Sibual. (doc/edison oppusunggu)

DOLOKSANGGUL, (tubasmedia.com) – Masyarakat Sibual harus sehat, kepala dusunnya harus aktif jangan hanya memikirkan pembangunan fisik akan tetapi harus lebih mengutamakan pembangunan kesehatan Ibu Hamil dan Balita demi kemajuan Masyarakat Sibual ini.

Demikian Parlin Siahaan ST Camat Paranginan didampingi dr. Henry Thomson Hutasoit bersama Kepala Desa Sihonongan Sarta Barita Siburian mengatakan kepada warga pada kunjungan Monitoring stunting di daerah itu Rabu, (17/2)

Kata dia, bahwa Kepala Puskesmas Paranginan dr. Henry Thomson Hutasoit telah membentuk Tim Monitoring stunting di Kecamatan Paranginan hingga ke desa desa agar penanganan balita stunting dan Ibu Hamil dapat terdata dan tertangani hingga  tahun 2021semuanya rampung.

Masyarakat Sibual harus lebih sehat, lebih bersih dan lebih rajin sebab tidak lagi terisolir seperti tahun-tahun sebelumnya karena akses menuju kampung ini masih harus ditempuh dengan jalan kaki melalui daerah tetangga Kecamatan Muara Tapanuli Utara “kini dengan upaya Bapak Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor yang memberikan perhatian khusus bersama Kepala Desa hingga dibangun jembatan yang telah menyingkap keterisolasian kampung ini” tegas Parlin.

Parlin mengatakan karena kecintaan Pemerintah kepada Masyarakat Humbahas saat ini telah dibentuk Tim khusus menangani stunting Balita dan Ibu Hamil, khusus untuk masyarakat Sibual saya bersama dokter Henry Kapus Paranginan dan Bidan desanya serta Ketua Pembina PKK Kecamatan dan Ketua PKK Desa Sihonongan sengaja hadir monitoring dan mensyukuri keberadaan Dusun Sibual sekarang ini.

Kendaraan roda dua dan empat sudah bisa datang untuk menjemput hasil bumi, tidak ada lagi dusun yang terisolir seperti dulu “ini adalah berkat dari Tuhan melalui Bupati Humbahas yang harus disyukuri” jelas Parlin.

Parlin berharap kepada masyarakat Sibual agar semakin menjaga kebersihan. Semuanya ada, Air bersih sudah sampai ke rumah-rumah, tanah sangat subur potensi alam yang sangat indah, mari kita pelihara itu demi kemakmuran masyarakat, tambah Parlin.

Dalam kesempatan itu Kepala Puskesmas Paranginan dr. Henry Thomson Hutasoit yang sudah berulang-ulang mengunjungi dusun itu, dalam arahannya mengatakan bahwa untuk menurunkan angka stunting perlu perhatian kepada Ibu mulai dari  kehamilan hingga anak Balita, kendati demikian dr Henry menyadari sekarang ini Bidan desa di dusun Sibual masih kosong walaupun sebenarnya sudah ada Pustu yang memadai.

“Kami akan berkoordinasi dengan Bapak Camat dan Kepala Desa untuk mengupayakan bidan disini apakah dari bidan yang sudah ada atau mengangkat Bidan Honorer yang mau bertugas di Sibual” kata Henry.

Sementara, Ketua TPPKK Ny. Parlin Lenny Marlina Siburian pada kesempatan itu memberi motifasi kepada ibu-ibu yang hadir agar menghindarkan stunting pada anak balita yang dimulai dari Ibu Hamil. Stunting itu adalah Kekurangan asupan gizi kronis yang mempengaruhi pertumbuhan Balita.

“Pada hal di kampung kita ini punya banyak sumber gizi yang sangat tinggi, mulai dari sayuran hingga sumber nutrisi lain yang bermanfaat bagi pertumbuhan Anak, mari kita mafaatkan itu” kata Lenny.

Dia menghimbau agar para orang tua Bapak dan Ibu saling mendukung untuk lebih bersih, memberi makan teratur dengan gizi yang cukup kepada Balita dan Ibu Hamil “dengan demikian anak akan bertumbuh sehat jasmaninya, sehingga anak jadi pintar” imbuhnya.

Ditempat yang sama Kades Sihonongan Sarta Barita Siburian mengatakan bahwa Dana Desa sudah cukup besar untuk Sibual namun terlihat kurang perawatan dengan membiarkan rumput tumbuh di pinggir jalan. Dia menghimbau Warganya agar selalu membagi waktu untuk bergotong-royong membersihkan pinggiran jalan supaya tidak menyemak.

Masyarakat Sibual merasa bersyukur atas perhatian Pemerintah dan Kepala Desa membangun daerah itu. Salah seorang warga Sibual Sampur Siburian kepada tubasmedia.com  mengaku berterimakasi. (edison oppusunggu)

Berita Terkait

Komentar

Komentar