218 Guru SD, SMP di Paranginan Menerima Vaksinasi Tahap Pertama

DOLOKSANGGUL, (tubasmedia.com) – Sebanyak 218 Guru SD dan SMP di Kecamatan Paranginan, Humbang Hasundutan menerima vaksinasi covid-19 tahap pertama dan akan segera disusul dengan vacsin tahap kedua.

Kepala Puskesmas (Kapus) Kecamatan Paranginan, dr Thomson Henry Hutasoit mengatakan hal itu kepada tubasmedia.com Senin 30/5 di halaman Puskesmas Paranginan.

Menurutnya, vacsinasi yang dilaksanakan itu diharapkan mampu mengurangi penyebaran Covid 19 terutama para guru yang banyak berinteraksi dengan anak-anak didik.

“Kita berharap para guru semuanya dapat menerima vaksin agar belajar tatap muka segera dapat dilaksanakan,” kata dr Henry.

Henry mengatakan bahwa tidak kurang dari 218 orang Guru SD dan SMP menerima vaksin, sementara untuk guru PAUD  akan menyusul.

Sementara Kepala SMP Negeri 1 Paranginan, Rinsan Sihite SPd mengaku gurunya hadir semua 38 orang termasuk dua honor dan satu sudah divacsin duluan. “Semuanya antusias dan menerima,” terangnya.

Camat Kesal

Camat Paranginan, Parlin Siahaan menyatakan dirinya sangat menyayangkan pelaksanaan vaksin tersebut. Pasalnya pihak Puskesmas kurang koordinasi dengan pihak Kecamatan sehingga menimbulkan kerumunan masyarakat.

“Perencanaannya kurang matang, kurang persiapan. Apa salahnya setiap sekolah dijadwalkan jamnya, agar datangnya tidak sekaligus untuk mencegah masyarakat tidak berkerumun seperti ini,” kata Parlin dengan suara agak meninggi sambal menambahka, jangan coba-coba sepelekan petugas gugus Covid 19 di Kecamatan ini.

Menurutnya, petugas gugus Covid 19, Camat, Kapolsek, Danramil  harus bersinergi secara bersama bekerja untuk mengurangi penyebaran Covid 19.

‘’Tetapi adalah sangat .lucu jika petugas gugus covid 19 tingkat kecamatan tidak mengetahui kalau di kecamatan ada vaksinasi guru,’’ tambahnya kesal.

Pengamatan tubasmedia.com, pelaksanaan vaksinasi guru berjalan cukup lancar. Namun semangat para guru agar cepat dapat bertatap muka dengan anak didik, menjadi lupa akan prokes jaga jarak. Para guru terlihat ramai dan ngumpul sembari ngerumpi tentang pengalaman daring dan luring. (edison ompusunggu)

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar