China Dan Australia Tandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas

chinaaus

CANBERRA, (tubasmedia.com) – China dan Australia telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas, saat Presiden China Xi Jinping mengadakan kunjungan di Canberra.

Kesepakatan yang merupakan hasil dari perundingan yang telah berjalan selama satu dekade akan membuka pasar bernilai miliaran dolar, ungkap juru bicara di Canberra.

Dengan adanya perjanjian ini akan memberi peternak, pembuat anggur dan sektor lainnya di Australia memiliki akses bebas tarif untuk masuk di pasar Cina yang besar dalam beberapa tahun. Sementara itu, Cina sedang mencari akses yang lebih besar untuk proyek-proyek investasi mereka.

Presiden Xi melakukan kunjungan kenegaraan ke Australia dalam rangka mengikuti KTT G20. Dalam pidatonya di parlemen, dirinya berjanji China akan mengejar pembangunan perdamaian dengan Australia dan negara-negara lainnya.

Menteri dari China dan Australia menandatangani Declaration of Intent pada hari Senin, namun perjanjian resminya akan ditandatangani pada tahun 2015 setelah draft diterjemahkan dan di review secara legal, kata sebuah pernyataan di Canbera.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott menggambarkan kesepakatan itu sebagai yang pertama dilakukan oleh China. Tony Abbott mengatakan: “Dengan ekonomi yang cukup besar, dengan kekuatan ekonomi utama, dan itu adalah kesepakatan yang paling komprehensif yang pernah dibuat oleh Cina dengan siapa pun.”

Sekretaris Parlemen Australia, Josh Frydenberg, mengatakan bahwa kesepakatan tersebut berarti bahwa hingga 95% dari ekspor Australia akan masuk dengan bebas di pasar Cina.

Menurut Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia, dalam dua dekade terakhir perdagangan antara Australia dan China telah tumbuh secara substansial, dengan China sekarang menjadi mitra dagang terbesar dua arah Australia.

Pada 2013 saja, nilai perdagangan kedua negara mencapai 150 miliar dollar Australia. Pemerintah Australia telah mengatakan kesepakatan tersebut bisa menambahkan 20 milyar lagi untuk angka itu, namun rincian lengkap tentang manfaat yang didapat belum dirilis.

Ini adalah FTA ketiga yang ditandatangani oleh Canberra tahun ini, menyusul perjanjian serupa dengan Korea Selatan dan Jepang, dimana Australia terlihat untuk meningkatkan ekspor makanan dan produk pertanian mereka di Asia.

Namun kesepakatan ini bukan tanpa kritik. Pekan lalu, Senator Bill Heffernan, anggota senior Partai Liberal Australia, memperingatkan bahwa penolakan China untuk mengapungkan mata uangnya bisa memberikan keuntungan besar China atas Australia. (Rizal Surya Pratama)

Berita Terkait

Komentar

Komentar