China Pangkas Suku Bunga Untuk Atasi Perlambatan Ekonomi

126162507_Yuan_405341c

BEIJING, (tubasmedia.com) – Bank Rakyat China memotong suku bunga deposito satu tahun menjadi 2,75% dari sebelumnya 3,0% untuk mencoba untuk menghidupkan kembali ekonomi mereka yang tengah lesu.

Kebijakan pemotongan yang membuat pasar terkejut, adalah yang pertama sejak 2012, dan mulai berlaku pada hari Sabtu (22/11/2014). Suku bunga pinjaman satu tahun juga akan berkurang dari sebelumnya 6% akan dipangkas menjadi hanya 5,6%.

Pada hari Kamis angka menunjukkan bahwa output pabrik di China mengalami tekanan untuk pertama kalinya dalam enam bulan. Pertumbuhan ekonomi negara secara umum melambat ke level terendah dalam lima tahun dari angka 7,3% di kuartal terakhir.

Banyak ekonom memperkirakan China akan merangsang pertumbuhan ekonominya melalui belanja fiskal daripada menurunkan suku bunga. Untuk mengimbangi efek tingkat yang lebih rendah pada penabung bank, pemerintah mengatakan akan memberikan fleksibilitas untuk menawarkan suku bunga deposito yang lebih tinggi, hingga 1,2 kali dari tingkat patokan, bukan 1,1 kali.

Saham perusahaan tambang juga melonjak hingga 3-4% setelah dipotong pada harapan bahwa pertumbuhan yang lebih baik akan membantu penjualan bahan baku ke China.

Ssementara itu saham Rio Tinto naik 3,9% persen dan BHP Billiton juga naik sebesar 2,9%. Mata uang Australia dan Selandia Baru juga menguat mencerminkan ketergantungan mereka pada perdagangan dengan China.

Presiden Xi Jinping mengatakan kepada kepala eksekutif di Asia Pacific Economic Cooperation Summit bulan ini bahwa risiko yang dihadapi oleh ekonomi China tidak perlu dikhawatirkan.

Dia mengatakan, pemerintah China yakin bisa menghadang bahaya. Selain itu presiden juga mengungkapkan bahwa jika ekonomi China yang tumbuh hanya 7%, mereka masih akan berada di garis depan ekonomi dunia.

Pada bulan Juni Bank Dunia mengatakan China sedang mengalami perubahan struktural saat “driver pertumbuhan ekonomi tersebut terus bergeser dari manufaktur ke bidang jasa di sisi penawaran, dan dari investasi untuk konsumsi pada sisi permintaan.”

Sebelumnya pada bulan September lalu, Cina telah mengambil langkah lain dalam liberalisasi sektor keuangan dengan melonggarkan cengkeramannya pada tingkat suku bunga. Saat itu bank sentral mengatakan akan memungkinkan bank untuk mengadakan perdagangan deposito satu sama lain dengan menggunakan produk keuangan yang disebut sertifikat deposito. (Rizal Surya Pratama)

Berita Terkait

Komentar

Komentar