Dana Bergulir di Priangan Timur Rp 9,1 M

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

TASIKMALAYA, (Tubas) – Dana yang akan digulirkan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir-Kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), sebesar Rp 9,1 miliar di antaranya terserap di wilayah Priangan Timur dari dana bergulir yang disediakan pada tahun 2011 sebesar Rp 1,1 triliun.

“Dana yang berjumlah Rp 9,1 miliar tersebut bersumber dari APBN tahun 2011. Itu, tersebar di 14 koperasi se-Priangan Timur yang dinyatakan sehat dan lolos verifikasi,” kata Direktur Utama LPBD-KUMKM, Kemas Danial, kepada Tubas, baru-baru ini.

Menurutnya, 14 koperasi di wilayah Priangan Timur, Jabar, yang mendapatkan dana bergulir tersebut meliputi KBMT Al Amanah, Koperasi Warga Universitas Siliwangi, Koperasi Aisyiyah Kiprah Khadijah, KSU Sejahtera Mandiri, KUD Salopa Mandala, KUD Mukti Rahayu, Koperasi Perpadi Makmur Idaman, KBMT Fajar Insani, Primkopti Kabupaten Sumedang, Koperasi Tunas Harapan, LUD Lestari Mukti, KSU Mitra Parahyangan, Primkopti Ciamis dan Koperasi Majlis Ta’lim At-Taawun.

“Pengucuran dana bergulir dengan bunga ringan sebesar 0,12 persen tersebut mendapat respon positif dari masyarakat koperasi dan pelaku usaha lainnya. Terbukti, sampai Mei ini pemohon yang mengajukan dana bergulir sudah mencapai Rp 4,4 triliun,” katanya seraya menjelaskan, untuk memenuhi kekurangan dana itu pihaknya berencana mengajukan lagi tambahan dana ke Menteri Keuangan dalam waktu dekat ini.

Untuk pengawasan penggunaan dana bergulir tersebut, pihaknya bekerja sama dengan BPK, Kejagung, KPK dan pemerintah daerah. Dan praktik di lapangan pengawasannya dipantau langsung oleh Tim Monev lokal sampai nasional.

Adapun tujuan program tersebut, terutama untuk mengentaskan kemiskinan, meminimalisi pengangguran, sebagai kekuatan koperasi guna menguatkan perekonomian nasional dan menumbuhkembangkan wirausaha-wirausaha baru.

Menyikapi hal itu, Sekda Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Kodir, menyatakan, mendukung program LPDB-KUMKM di Tasikmalaya terealisasi sebagaimana mestinya. Karena, seperti diketahui, Tasikmalaya itu dikenal sebagai daerah lahirnya koperasi di Indonesia.

Menurutnya, selama ini di Kabupaten Tasikmalaya tercatat 13.846 koperasi. Dari jumlah tersebut, 64 koperasi di antaranya bergerak di bidang bordir dan saat ini sudah memasarkan produknya di Season City dan Tanah Abang Jakarta. (hakri/dadang)

Berita Terkait

Komentar

Komentar