Defisit, Neraca Perdagangan RI-China

index

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Perdagangan, Rachmad Gobel mengatakan neraca perdagangan Indonesia terhadap China mengalami defisit selama periode 2010-2014 dengan tren pertumbuhan negatif 32,57%. Di sisi lain katanya, total perdagangan kedua negara pada periode yang sama menunjukkan pertumbuhan positif dengan tren 6,65%.

Dikatakan, nilai perdagangan bilateral Republik Indonesia (RI) dan China tahun 2014 mencapai US$48,2 miliar, dengan defisit neraca perdagangan bagi Indonesia sebesar US$13 miliar. RI pun berusaha mengurangi angka defisit tersebut.

“Neraca perdagangan kita dengan China mencapai US$48,2 miliar, dengan defisit neraca perdagangang kita dengan China sebesar US$13 miliar. Nah, defisit itu yang akan kita lakukan dengan strategi dan langkah-langkah guna mengurangi defisit,” katanya, di Jakarta kemarin.

Komoditas ekspor andalan Indonesia ke China adalah batu bara, minyak kelapa sawit, chemical wood pulp, dan karet alam. Sedangkan, komoditas impor Indonesia dari China adalah peralatan elektronik, pemroses data otomatis, produk besi dan baja, serta alat percetakan.

Dari sisi investasi, realisasi investasi China di Indonesia berjumlah 654 proyek dengan nilai US$800 juta pada 2014. Realisasi investasi tersebut meningkat signifikan dari realisasi investasi tahun 2013 yang berjumlah 411 proyek dengan nilai total US$296,9 juta. (ril/sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar