Denny Siregar Kritisi Penampilan Jaksa Pinangki: “Seandainya Tuhan Bisa Menangis….”

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Sejak menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terdapat perubahan gaya berbusana Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

Dia terlihat lebih sholehah, saat bertemu muka dengan majelis hakim. Namun tidak bagi Denny Siregar, yang menganggap transformasi gaya busana Jaksa Pinanki sebagai lelucon hingga membuat banyak publik yang terheran-heran.

“Seandainya Tuhan bisa ketawa,” kata Denny Siregar dalam unggahan di akun Instagramnya @dennysirregar seperti yang dikutip mantrasukabumi.com pada Kamis, 29 Oktober 2020.

Transformasi gaya busana Jaksa Pinangki ini membuat dirinya pun jadi bahan cemohohan, pasalnya jaksa yang terjerat kasus suap buronan Djoko Trandra tersebut diduga menggunakan uang hasil suap untuk bersolek menonjolkan kecantikannya.

Boro-boro menonjolkan kecantikannya, saat berhadapan dengan majelis hakim yang menggelar sidang Jaksa PinaNgki, dia malah tampil dengan busana religius.

Dalam beberapa persidangannya, tampak Pinangki mengenakan jilbab. Bahkan pada sidang terakhirnya Rabu, 21 Oktober 2020 tampak ia mengenakan jilbab besar yang menutup semua lekuk tubuhnya.

Padahal sebelumnya, sebagai seorang aparat penegak hukum, gaya hidup Pinangki terbilang mewah. Dari fakta persidangan ia diketahui rela merogoh kocek hingga Rp 400 juta hanya untuk permak hidung.

Parahnya, uang tersebut bersumber dari pemberian ‘hadiah’ dari Djoko Tjandra terkait pengurusan Fatwa MA kepada Pinangki.

Selain itu, Pinangki juga menghabiskan duit suap dari Djoko Tjandra untuk membayar dokter homecare di negeri Paman Sam.

Menurut surat dakwaan, Jaksa Pinangki melakukan pembayaran dokter homecare atas nama dr. Olivia Santoso, dimana terdakwa selama melakukan perawatan dan kecantikan serta rapid test selalu melakukan pembayaran melalui transfer BCA terdakwa An. Pinangki Sirna Malasari.

“Dengan total keseluruhan pembayaran sebesar Rp 176.880.000 yang bersumber dari hasil penukaran mata uang dolar Amerika Serikat kemudian disetorkan tunai melalui rekening BCA terdakwa,” katanya.(red)

Berita Terkait

Komentar

Komentar