Derasnya Barang Impor Ilegal Masuk ke Indonesia Penyebab Utama PHK

saleh-husin

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Menteri Perindustrian Saleh Husin, mengatakan salah satunya penyebab keterpurukan industri tekstil. adalah derasnya barang-barang impor ilegal luar negeri yang masuk ke Indonesia. Menurut Saleh, masuknya barang impor ilegal itu sudah sangat mencolok dan sulit untuk disangkal, meskipun pemerintah sebelumnya sudah melarangnya.

Masuknya barang-barang ilegal itu, bukan hanya lagi berbentuk kemasan, tetapi banyak yang sudah melalui peti kemas. Dengan demikian, harus ada penindakan hukum yang tegas. “Itu yang turut menjadi penyebab utama PHK (pemutusan hubungan kerja),” ujar Saleh, di Jakarta, Selasa 23 Juni 2015.

Selain itu, lanjut Saleh, penyebab lain PHK pada sektor tekstil dan produk tekstil, alas kaki, serta industri tembakau adalah penurunan penyerapan pasar luar negeri dan masuknya barang impor sejenis yang harganya lebih kompetitif. “Penyebab lain berikutnya, yaitu penurunan daya beli masyarakat, karena perlambatan perekonomian nasional,” katanya.

Dengan demikian, kata Saleh, daya saing industri semakin tergerus, karena biaya energi semakin mencekik, yaitu listrik dan gas. Langkah yang ditempuh saat ini, Kementerian Perindustrian terus berusaha menurunkan harga gas, demi kembali menyelamatkan industri lapangan kerja.

“Dalam jangka pendek, penyelamatan industri dilakukan antara lain dengan mempercepat realisasi fasilitas BMDTP (bea masuk ditanggung pemerintah) dan mempercepat realisasi program restrukturasi permesinan industri tekstil dan alas kaki,” ujarnya.

Kemudian terobosan yang dilakukan dalam jangka panjang itu menurut Saleh, dengan melalui pemberian stimulus fiskal dan pemberian kredit untuk memperbaiki dan mempermudah berkembangnya industri-industri lokal di Indonesia. Namun Kementerian Perindustrian sangat menyayangkan masih banyaknya masyarakat yang secara terang-terangan menggunakan produk impor ilegal.

Saleh mengingatkan meski produk impor luar negeri itu mempunyai harga yang jauh lebih murah dari produk lokal, tetapi produk impor ilegal itu mempunyai kualitas yang buruk. (marto)

Berita Terkait