Desa Mandiri Akan Percepat Pembangunan Daerah Tertinggal

221114-nas1

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Konsep desa mandiri dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan desa tertinggal. Dalam konsep itu, pemerintah dan swasta bekerja sama meluncurkan program blue green economy dan ekonomi kreatif.

Hal itu dikemukakan pengamat daerah tertinggal, Rudy Ersan, kepada tubasmedia.com di Jakarta, Jumat (21/11/2014) malam, berkaitan dnegan masih banyaknya desa yang tergolong tertinggal. Rudy Ersan mencatat jumlahnya sekitar 32.000 desa.

Ia menjelaskan, desa mandiri adalah desa yang punya rencana pembangunan berkelanjutan, dengan dukungan dana dari pemerintah sebesar Rp 1,4 miliar per desa. Pihak swasta ambil bagian dalam program-program di desa, mengawal sekaligus sebagai mentor agar dana bermanfaat.
Dengan konsep demikian, menurut Rudy, yang juga Pimpinan Blue Green Economy Daerah Terbarukan, perputaran uang di desa cukup besar. Jika konsep tersebut terealisasi dan mencapai sasaran, maka masyarakat menuju tahap sejahtera. “Intinya, kita semua harus bersatu,” katanya.

Dikemukakan, program-program yang dijalankan harus yang berkaitan dengan potensi desa yang bersangkutan. Dalam hal ini, mengembangkan ekonomi kreatif serta ekonomi yang berbasis pertanian dan kelautan.
“Keduanya pilar utama yang akan mempercepat tumbuhnya desa mandiri,” ujarnya. (ender)

Berita Terkait

Komentar

Komentar