Dewan Pers Sedih Melihat Sikap Dipo

Laporan: Redaksi

Bagir Manan

JAKARTA, (Tubas) – Ketua Dewan Pers Bagir Manan mengaku kecewa dengan pernyataan Dipo Alam soal pemboikotan media yang dinilainya menjelekkan pemerintah.

“Pejabat publik dalam negara demokrasi salah satu yang dihadapi adalah kritik, kalau tidak mau dikritik jangan berdemokrasi dan jangan mau jadi pejabat publik,” ujarnya, saat ditemui di Dewan Pers, malam ini.

Menurutnya, negara kita adalah negara negara demokrasi sehingga tidak mungkin meninggalkan kritik karena kritik merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari demokrasi dan pers demokrasi salah satu fungsinya mengontrol pemerintah yang wujudnya melalui kritik dan pendapat.

“Menyikapi itu kita Dewan Pers kecewa dan sangat sedih dalam suasana demokrasi Dipo Alam menunjukkan sikap otoriter dan sikap Dipo itu menunjukkan ada dua kemungkinan pertama dia memang punya bawaan otoriter dan kedua mungkin dia sedang frustasi,” ungkapnya.

Sikap Dewan Pers lainnya adalah memandang Dipo tidak mau dikritik padahal Dipo sebelumnya adalah tokoh mahasiswa dan pernah dipenjara karena kritiknya terhadap Soeharto. Namun setelah dirinya berkuasa tidak mau menerima kritik.
Bagir Manan juga menilai jika sikap Dipo Alam tidak sesuai dengan sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di mana SBY kerap bicara jika pers Indonesia sudah on the right track, sudah di jalan yang benar namun jika ada hal yang tidak tepat diperbaiki.

“Jadi kemerdekaan pers merupakan sesuatu yang tidak dapat diganggu gugat. Sikap SBY dapat dimengerti sebagai orang yang memperjuangkan demokrasi sehingga tidak mungkin memperjuangkan pers. Pers dan demokrasi merupakan dua sejoli,” ucapnya lagi.

Dewan Pers juga menyayangkan sikap Dipo Alam yang tidak menggunakan jalur yang ada di mana UU sudah mengatur jika sumber atau objek berita berkeberatan dengan berita pers maka gunakan hak jawab dan silahkan lapor ke Dewan Pers.
“Saya anggap ini sebagai suatu kecelakaan di tengah kita mendukung kemerdekaan pers,” ujarnya.

Dirinya pun kemudian menyarankan agar Dipo Alam pada masa mendatang untuk bergaul hati-hati sebab pejabat yang baik pejabat yang berhati-hati dalam menyampaikan pendapatnya. ***

Berita Terkait

Komentar

Komentar