Dinas Pendidikan Humbahas Terpilih Mengikuti Zoom Meeting Program

BERI PENGARAHAN-  Kepala SMP Negeri 1 Paranginan, Rinsan Sihite sedang memberi pengarahan kepada siswa -tubasmedia.com/edison oppusunggu

DOLOKSANGGUL.(tubasmedia.com) – Dinas Pendidikan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) pantas berbangga hati dan diacungi jempol. Pasalnya, dua Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah kerjanya terpilih mengikuti Zoom Meeting Program pembinaan jarak jauh Ekstrakulikuler yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Usia Dini Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Sekolah Menengah Pertama(SMP).

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Humbahas, Joni Gultom Kamis 6/8 kepada tubasmedia.com di Doloksanggul.

Menurutnya, program Zoom Meeting itu diikuti dua SMP di Humbahas antara lain SMP Negeri 1 Paranginan dan SMP Negeri 4 Pollung. Sementara kegiatan Kawal Kepemimpinan Pelajar (KKP) diikuti

satu guru pendamping dan lima siswa yang aktif, berprestasi dengan memiliki laptop dan internet sendiri. “Namun jikalau tidak memiliki boleh menggunakan milik sekolah,”kata Joni.

Joni Gultom menambahkan sejak Senin 27/7, fihaknya telah melakukan monitoring pembelajaran daring dan luring di wilayah kerjanya untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung dengan baik.

Daring setiap hari, kepala sekolah harus memberi laporan tentang kegiatan sekolah. “Jangan ABS, kita harus turun kelapangan memastikan  dari upload-nya”ujarnya

Di tempat terpisah Kepala SMP Negeri 1 Paranginan, Rinsan Sihite SPd mengaku sangat gembira karena sekolahnya diikutkan bersama Zoom Meeting dari Kemendikbud. “Ini adalah kesempatan yang luar biasa,” katanya ke tubasmedia.com.

Siswa yang diikutkan Zoom Meeting adalah Kls IX yang merupakan kelas unggulan sebelum Pandemi Covid 19. Mereka adalah

Syarif Siburian, Healthy dear Siburian, Mutiara Sianturi, Monita Aurelia Sianturi dan Sere Sri Rejeki Sinaga.

Rinsan menjelaskan sekolah yang dipimpinnya menjadi peserta Zoom Meeting adalah atas pilihan Diknas Humbahas. “Mungkin karena guru kami menguasai IT,” jelasnya..(edison ompusunggu)

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar