Dipasang, Pendeteksi Gerakan Tanah Rawan Lonsor

ilustrasi

TASIKMALAYA, (tubasmedia.com) – Kasi Pencegahan BPBD Kabupaten Tasikmalaya Sutaryo mengatakan alat pendeteksi gerakan tanah dari BNPB yang diserahkan Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dipasang di sekitar permukiman warga yang dianggap rawan bencana longsor.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya memasang alat pendeteksi gerakan tanah atau landslide early warning system (LEWS) di Kampung Kelewih, Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

LEWS memiliki dua fungsi yaitu untuk mendeteksi curah hujan dan pergerakan tanah, maka dia akan mengirim pesan atau laporan curah hujan atau pergerakan tanah ke dalam server yang ada di pusat. BPBD dan kecamatan bisa mengakses melalui internet.

Hasilnya akan dilihat pesan per lima menit sekali keadaan di lokasi yang ditanam alat tersebut. Jika hujan dan gerakan tanah akan langsung diketahui, karena BPBD terus memantau 24 jam

Dalam penanaman alat tersebut, kata Sutaryo belum ada rencana pemasangan sirine ketika terjadi pergerakan tanah.Alasanya, dikhawatirkan masyarakat cemas ketika mendengar bunyi sirine yang menandakan adanya gerakan tanah.

Alat pendeteksi tersebut akan dipasang permanen. Pemasangan LEWS merupakan yang pertama kali di Kabupaten Tasikmalaya. BPBD akan kembali mengusulkan pemasangan alat pendeteksi di daerah lain yang rawan longsor. (hakri miko)

Berita Terkait

Komentar

Komentar