Diperketat, Peredaran Daging di Pasar

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

BOGOR, (TubasMedia.Com) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, Jawa Barat, telah menyiapkan sejumlah langkah inisiatif menjelang datangnya bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1433 H. Langkah itu diantaranya melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok sembako dan elpiji secara berkala untuk melihat perubahan harga dan kelancaran distribusi.

Kepala Disperindag Kota Bogor Eddy Supriadi Warsa, kepada wartawan, pekan lalu, mengatakan akan bekerjasama dengan instansi terkait dalam melakukan pengawasan peredaran daging di pasar. “Pemantauan akan kami lakukan bersama dengan Dinas Pertanian Kota Bogor atau instansi yang lebih berwenang dalam hal keamanan daging serta produk olahan hasil hewan,” kata Eddy.

Eddy menambahkan langkah lain yang akan ditempuh pengawasan berkala terhadap peredaran barang beredar yang dikhususkan pada pengawasan produk pangan. “Kami ingin memonitor kelayakan kemasan dan masa kadaluarsa makanan buka puasa dan makanan lebaran,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Eddy juga digelar operasi pasar murah sebagai alternatif langkah yang akan diambil Pemkot Bogor. Operasi pasar murah (OPM) ini akan menjangkau tiga jenis kebutuhan pokok masyarakat yaitu beras, minyak goreng, dan gula. “Kami hanya menjadi pelaksana karena OPM didanai dari dana APBD Provinsi Jawa Barat,” ungkapnya.

Seluruh mekanisme, termasuk penunjukkan langsung untuk penyedia barang kebutuhan pokok masyarakat, dikelola oleh Disperindag Provinsi Jawa Barat. Menurut rencana, OPM akan dilaksanakan dua hari sebelum bulan suci Ramadhan 1433 H. “Namun, pelaksanaannya sangat tergantung pada indikator kenaikan harga ke tiga bahan pokok. Jika kenaikan harga tiga bahan pokok itu mencapai 10 persen, maka OPM akan dilaksanakan di Kota Bogor,” janjinya. (sukron)

Berita Terkait

Komentar

Komentar