Direktur BMT Minta Perlindungan, Nasabah Protes

Laporan: Redaksi

Ilustrasi

Ilustrasi

SLEMAN, (Tubas) – Direktur BMT Jami Insan Mulia, Umar Agung Nugroho, terpaksa meminta perlindungan ke Polres Sleman menyusul kantornya yang berlokasi di Jalan Prambanan – Piyungan diserbu oleh nasabah pekan lalu.

Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Danang Kuntadi, membenarkan bahwa Direktur BMT bermasalah itu semula meminta perlindungan ke Polsek Prambanan. Tapi Polsek setempat menyerahkan kasusnya ke Polres Sleman.

Puluhan nasabah BMT berbondong-bondong ke kantor BMT memprotes, lantaran dua bulan lalu kesulitan mengambil uang yang mereka simpan di BMT. Ketika itu manajemen beralasan sedang tidak ada uang. Salah seorang nasabah bernama Yuni (30) mengaku memiliki tabungan Rp 7 juta di bank syariah tersebut. Warga Dusun Bondalem, Desa Madurejo, Prambanan itu bermaksud akan mengambil uang Rp 100 ribu, tapi oleh pihak bank tidak dikabulkan. Bahkan dijanjikan uang itu akan cair beberapa hari kemudian.

“Saya kecewa ketika akan mengambil seperti hari yang dijanjikan, ternyata tetap tidak bisa,” kata Yuni.

Menjawab pertanyaan wartawan, Yuni mengatakan, semula pemilik BMT menjanjikan sistem bagi hasil yang tinggi. Untuk tabungan deposito Rp 1 juta akan mendapatkan bagi hasil Rp 15 ribu setiap bulan. Hal serupa juga dialami Margono yang memiliki tabungan Rp 40 juta di BMT yang didirikan sejak 2006 lalu. Awalnya, sistem yang bergulir berjalan lancar. Tapi sejak dua bulan terakhir muncul keanehan.

Tidak ada penjelasan sama sekali sebelumnya. Ketika hendak mengambil tabungan, kata warga Gumuk, Bokoharjo itu, tidak bisa dengan alasan pihak BMT bahwa tidak ada uang. “Tidaklah masuk akal, ke mana uang para nasabah,” ujarnya ketus.

Para nasabah mulai curiga karena Direktur BMT sulit ditemui, bahkan dari stafnya diperoleh keterangan bahwa pimpinan sedang tidak ada di kantor. “Ini kan penipuan, mosok kami akan mengambil uang kami dipersulit,” kata beberapa nasabah lain yang tampak emosi. Untung peristiwa ini tidak menimbulkan tindakan anarkis. Sejauh mana hasil penyidikan polisi terhadap dugaan penipuan ini, masih dalam pelacakan. (irwan)

Berita Terkait

Komentar

Komentar