Dirjen ILMATE Bantah Panasonic Tutup

6KEWSv22dX

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) heran akan adanya isu PT Panasonic Gobel Indonesia menutup dua pabrik yang berlokasi di Cikarang dan Pasuruan, Jawa Timur, yang diperkirakan akan ada 1.600 karyawan yang dirumahkan. Pasalnya, realisasi investasi di bidang manufaktur elektronika di Indonesia terus tumbuh.

“Kalau ditanya ada penurunan penjualan elektronik, rasanya investasi malah nambah saja hingga saat ini,” kata Direktur Jenderal Industri, Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), I Gusti Putu Suryawirawan, Jakarta, Rabu (3/1/2016).

Menurutnya, kemajuan industri itu bergantung dengan teknologi dan industri akan bergantung pada konsumen. Artinya, konsumen akan mengikuti industri yang mengikuti teknologi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut Putu, apa yang terjadi dengan pabrik yang dikelola mantan Menteri Perdagangan Rachamd Gobel merupakan suatu restrukturisasi perusahaan menuju ke teknologi yang baru.

“Saya belum tahu restrukturisasi apa yang nanti dilakukan Pak Rachmat. Nanti kita dengar saja keputusan beliau seperti apa. Tapi saya yakin Pak Rachmat tidak mungkin sekonyong-konyong meninggalkan pekerjanya begitu saja,” jelas Putu.

Dia mencontohkan, jika suatu perusahaan pembuat digital kaset yang dikeluarkan dengan nama walkman. Teknologi itu dulu digandrungi, tapi ada perubahan teknologi hingga setiap orang tidak lagi membawa-bawa walkman, tapi membawa semacam USB. Perusahaan walkman tersebut pun akhirnya tutup, karena tidak melakukan perubahan atau restrukturisasi di peruhannya.

“Tentu saja masyarakat bilang pabrik walkman jangan tutup. Tapi apakah pabrik dengan tidak tutupnya pabrik itu, produksinya akan dibeli. Tidak kan. Karena tuntutan konsumen berubah. Jadi tidak masuk akal, perusahaan itu dipertahankan. Tapi, kalau perusahaan bisa langsung mengubah dan mengevaluasi produksinya, pasti akan bertahan,”terangnnya.

Hal ini yang terjadi pada Panasonic. Putu meyakini, Panasonic sedang melakukan perubahan kearah yang semakin baik pada perusahaannya. Dirinya pun yakin, bukan PHK yang dimaksudkan oleh Panasonic.

“Kita tetap akan menjaga. Jangan samapai dia semena-mena pada tenaga kerja kita. Karena, mereka kan masih produktif dan saya yakin tidak mungkin mereka (Panasonic) melepas tenaga kerjanya yang sudah ada,” jelasnya. (sabar)

Berita Terkait

Komentar

Komentar