Dirjen Ilmate: Impor Dihentikan ? Sangat Keliru….

CIKARANG, (tubasmedia.com) – Adalah sangat keliru jika ada pemimpin dan calon pemimpin di negeri ini yang secara tegas mengatakan, akan menghentikan impor.

Dikatakan keliru, karena tidak ada satupun bangsa di dunia ini yang anti dengan impor. Pasalnya, jika suatu bangsa menghentikan impor, pertumbuhan ekonomi negeri itu akan sulit karena tidak akan ada lagi investasi yang masuk.

Hal itu dikatakan Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate), Harjanto kepada wartawan di Cikarang, kemarin disela-sela kegiatan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto meletakkan batu pertama pembangunan Gedung Sekolah Vokasi Industri di PT GRP, Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (15/2).

Kendati demikian, lanjut Harjanto, untuk membuka keran impor, pemerintah harus benar-benar cermat dan dibutuhkan ketelitian, jangan sampai impor barang tersebut membunuh industri di dalam negeri.

Namun, jika impor tersebut berperan membantu pertumbuhan dan perkembangan industri di dalam negeri, impor wajib dilanjutkan.

Diberi contoh, sebuah industri makanan yang sedang dibangun oleh investor asing yang bahan bakunya mayoritas gula pasir dan hanya bisa dipasok oleh gula impor karena lebih ekonomis, kenapa kita harus larang impor.

‘’Dan jika impor gula itu kita larang, si investor akan hengkang membawa keluar investasinya ke negara lain lalu memproduksi bahan makanan tersebut kemudian diekspor ke Indonesia untuk selanjutnya kita konsumsi di dalam negeri,’’katanya.

Kalau sudah demikian lanjut Harjanto, yang rugi adalah Indonesia, sebab Indonesia menjadi hanya tujuan ekspor sementara yang menikmati nilai tambah produksi adalah negara lain.

Padahal, jika impor gula dimaksud tetap kita buka, industri makanan milik investor asing itu akan tetap berproduksi di Indonesia yang mempekerjakan tenaga kerja lokal serta nilai tanmbahnya tinggal di Indonesia.

Jadi lanjut Harjanto, jika ada suara dari pihak manapun yang menyatakan akan mengelola negeri ini dengan kebijakan ekonomi yang menghentikan seluruh kegiatan yang berbau impor, kebijakan itu teramat keliru dan tak masuk diakal.

‘’Tidak ada satupun bangsa di dunia ini yang anti impor karena ekspor impor itu harus saling mendukung dan saling mengisi. Tidak mungkin kita melakukan perdagangan ekspor jika kita menutup diri untuk impor. Pokoknya itu kebijakan keliru,’’ katanya. (sabar)

 

 

Berita Terkait

Komentar

Komentar