Ditjen IKFT Lakukan Penandatangan P4H dengan 10 Perusahaan Tekstil

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) melakukan penandatangan perjanjian pemberian penggantian potongan harga (P4H) program resrukturisasi mesin/peralatan pada industri penyempurnaan kain dan industri pencetakan kain.

Penandatangan perjanjian  yang berlangsung di Jakarta, Senin 27 Juni 2022 dilakukan antara Direktur Indutri Tekstil, Kulit dan Alas Kaki dengan delapan perusahaan industri penyempuraan kain dan penecatakan kain yang disaksikan Sesditjen IKFT dan Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) serta perwakilan perusahaan.

Sebelumnya, 8 Juni 2022, Direktur Indutri Tekstil, Kulit dan Alas Kaki telah menandatangani P4H program dengan dua perusahaan sehingga hingga saat ini terdapat 10 perusahaan peserta program yang telah disetujui untuk memanfaatkan program ini dengan nilai bantuan Rp 3,07 miliar dengan  nilai investasi sebesar Rp 53,9 miliar.

Direktur Indutri Tekstil, Kulit dan Alas Kaki, Elis Masitoh mengatakan program ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk stimulus dan peran aktif pemerintah untuk mendoromng peningkatan kinerja indutri TPT pasca pandemi covid-19 dalam rangka pemulihan ekonomi nasional.

Program ini, juga menjadi bagian dari implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0 melalui pemberian insentif investasi untuk menstimulus penggunaan mesin/atau peralatan yang lebih modern, lebih efisien dan hemat energi serta lebih ramah lingkungan.

Program ini juga, tambah Elis menjadi bukti komitmen Indonesia dalam pemenuhan mitigasi emisi gas rumah kaca sesuai dengan Paris Agreement dan Conference of the Parties ke-26 (COP26)  mengingat permesinan yang diinvestasikan/dibeli industri merupakan  permesinan yang lebih ramah lingkungan  dan meminimasi limbah serta hemat energi.

Elis Masitoh  selanjutnya mengatakan agar ke-10 perusahaan yang melakukan P4H itu dapat terus memanfaatkan mesin/peralatan yang telah diinvestasikan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi dan ku,litas produk dalam rangka kemajuan perusahaan dan industri tekstil pada umumnya.

‘’Kementerian Perindustrian akan terus melanjutkan program ini di tahun 2023 dan tahun-tahun mendatang,’’ kata Elis Masitoh. (sabar)

 

 

 

Berita Terkait