Ditolaknya Proposal Yunani Berpotensi Melemahkan Rupiah

78rupiah

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada memaparkan, rilis turunnya durable goods order dan markit manufacturing PMI serta tetapnya redbook AS meski tidak terlalu direspon negatif di bursa saham AS namun, cukup direspon negative di pasar valas dimana laju US$ cenderung mengalami pelemahan.

“Dengan pelemahan tersebut memberikan ruang bagi Rupiah untuk dapat melanjutkan penguatannya,” kata Reza, Kamis (25/6/15).

Meski laju Euro mulai memperlihatkan pembalikan turun seiring kemungkinan IMF menolak proposal yang diajukan namun, tidak menghalangi Rupiah untuk bertahan di zona hijaunya.

“Sebelumnya disampaikan bahwa dengan masih positifnya sentimen di pasar, kami harapkan masih dapat memberikan peluang kenaikan pada Rupiah,” tutur Reza.

Namun, demikian, tetap cermati setiap sentimen yang dirilis. Laju Rupiah di atas level resisten 13.310. Meski terjadi penguatan diharapkan terus berlanjut namun, melihat dari volume transaksi valas Rupiah yang cenderung berkurang dan kemungkinan reaksi pasar akan pemberitaan ditolaknya proposal Yunani maka dapat membuat laju Rupiah berbalik turun.

“Untuk itu, tetap cermati setiap sentimen yang dirilis. Rp 13.300-13.270 (kurs tengah BI),” tutup Reza. (angga)

Berita Terkait

Komentar

Komentar